New Delhi – Pemerintah India menyerukan penjatuhan sanksi internasional terhadap pemimpin kelompok milisi di Pakistan yang dituduh berada di balik serangan bunuh diri di Kashmir yang menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter.

Dalam pernyataan resmi, India mendesak agar PBB mengategorikan Masood Azhar selaku pemimpin kelompok Jaish-e- Mohammad sebagai teroris.

Menteri Dalam Negeri, Rajnath Singh, mengatakan Jaish-e-Mohammad “berbasis di Pakistan dan disokong Pakistan”.

Pakistan menyatakan sangat prihatin dengan peristiwa itu namun membantah “anggapan elemen-elemen media India dan pemerintah yang mengaitkan serangan itu dengan Pakistan tanpa investigasi”.

Kecaman atas insiden tersebut mengalir dari Perdana Menteri India, Narendra Modi, Amerika Serikat, hingga Sekretaris Jenderal PBB.

Ledakan terjadi di jalan tol yang menghubungkan Srinagar-Jammu, sekitar 20 kilometer dari Kota Srinagar di wilayah Kashmir yang dikendalikan India.

Berbagai laporan media India menyebutkan peristiwa bermula pada pukul 15.15 waktu setempat, ketika sebuah mobil yang membawa bahan peledak seberat 300-350 kilogram menghantam iring-iringan 70 kendaraan yang mengangkut 2.500 serdadu ke Lembah Kashmir.

“Kendaraan itu menyalip konvoi dan menghantam sebuah bus yang mengangkut 44 personel,” ujar seorang petinggi kepolisian kepada wartawan BBC Urdu, Riyaz Masroor.

Sang pejabat mengatakan jumlah korban meninggal dunia mengingat puluhan lainnya menderita “luka kritis”.

Insiden itu adalah serangan terparah terhadap aparat keamanan India di Kashmir sejak pemberontakan melawan kekuasaan India terjadi pada 1989.

Baik India maupun Pakistan mengklaim Kashmir yang dihuni mayoritas penduduk Muslim merupakan wilayah mereka. Hingga kini masing-masing negara mengendalikan sebagian wilayah Kashmir.

Apa latar belakangnya?

Sejak 1989 telah terjadi sedikitnya 10 serangan bunuh diri, namun insiden terkini adalah serangan bunuh diri kedua yang menggunakan mobil.

Sebelum peristiwa ini, serangan terparah terhadap aparat keamanan India di Kashmir pada abad ini berlangsung pada 2002, ketika anggota kelompok milisi membunuh sedikitnya 31 orang di pangkalan militer di Kaluchak dekat Jammu.

Sebagian besar korban merupakan warga sipil kerabat para serdadu.

Kemudian pada 2016, setidaknya 19 serdadu India tewas tatkala kelompok milisi menyerang pangkalan militer mereka di Uri. India menyalahkan Pakistan atas serangan itu, sedangkan Pakistan membantah terlibat.

Kejadian terkini juga mengemuka menyusul aksi militer India yang menewaskan anggota milisi tersohor, Burhan Wani, pada 2016.

Tahun lalu, lebih dari 500 orang tewas terbunuh, mencakup warga sipil, aparat keamanan, dan anggota milisi. Jumlah itu adalah yang terbanyak sepanjang 10 tahun terakhir.

SiapakahJaish-e-Mohammad?

Sejak didirikan ulama Masood Azhar pada 2000, kelompok ini dituding berada di balik rangkaian insiden kekerasan di wilayah India, termasuk serangan ke gedung parlemen India pada 2001 yang nyaris memicu perang antara India dan Pakistan.

Kelompok ini juga disebut mengenalkan bom bunuh diri di Kashmir. Kejadian pertama berlangsung pada 2000.

Atas dasar itu, pemerintah India, Inggris, Amerika Serikat, dan PBB mengategorikan Jaish-e-Mohammad sebagai organisasi “teroris”. Pemerintah Pakistan pun telah melarang keberadaannya sejak 2002.

Akan tetapi, keberadaan Masood Azhar tidak diketahui hingga saat ini. Dia dilaporkan bermarkas di kawasan Bahawalpur di Provinsi Punjab, Pakistan.

Upaya India mengategorikan Masood Azhar sebagai teroris di PBB diblokir Cina, sekutu Pakistan.

Langkah India yang menuntut ekstradisi Masood Azhar dari Pakistan juga ditolak Islamabad, karena alasan tidak cukup bukti. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Meski Kalah Suara, TKN Pastikan Jokowi Bangun Aceh dan Sumbar

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'rus Amin, Hasto Krisiyanto mengklaim pembangunan di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap akan dilakukan...

PAN Buka Kemungkinan Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum PAN...

KPU: Hingga Kamis, Anggota KPPS Meninggal 225 Orang, 1.470 Sakit

Metrobatam, Jakarta - Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) meninggal dunia bertambah menjadi 225. Selain itu, sebanyak 1.470 anggota KPPS dilaporkan sakit....

Liga Spanyol: Getafe Vs Madrid Berakhir Imbang

Getafe - Getafe menjamu Real Madrid dalam lanjutan LaLiga. Kedua tim bermain imbang tanpa gol. Bermain di Coliseum Alfonso Perez, Jumat (26/4/2019) dinihari WIB,...

Banjir dan Tanah Longsor Landa Afrika Selatan, 70 Orang Tewas

Kwazulu Natal - Afrika Selatan dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur di sepanjang pantai timur. Lebih dari 70 orang dilaporkan...

Nasib Pencoblos 20 Suara Pilpres untuk 02 Ditentukan Pekan Depan

Metrobatam, Kampar - Bawaslu Kampar, Riau, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus pencoblosan 20 kertas suara Pilpres untuk paslon 02. Setelah itu,...

Ini Isi Percakapan WA Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon-Said Iqbal

Metrobatam, Jakarta - Ahli forensik digital, Saji Purwanto menunjukan percakapan WhatsApps antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon dan Said Iqbal. Isi percakapan menunjukan Ratna...

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Sekjen-sekjen parpol yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendatangi KPU RI. Kedatangannya kali ini mempertanyakan terkait...

MK Tegaskan PNS Koruptor Harus Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diberhentikan secara tidak hormat. Putusan itu menjawab...

Dinas PU Riau: 45 Baut Hilang di Jembatan Siak IV Sudah Diganti

Metrobatam, Pekanbaru - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau sudah memasang baut baru di jembatan Siak IV. Puluhan baut sebelumnya dicuri. "Baut yang kita pesan sudah...

Kontak Senjata di Aceh, Polisi Tembak Mati Pimpinan KKB

Metrobatam, Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dusun...

BPN Klaim Kemenangan 80%, Bara Hasibuan: Bertentangan dengan Quick Count

Metrobatam, Jakarta - Waketum PAN Bara Hasibuan mengkritik Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, yang mengklaim jagoannya seharusnya bisa menang...