Metrobatam, Jakarta – “Hantu yang konon serupa manusia yang tinggi besar dan berbulu lebat.” Demikianlah definisi ‘genderuwo’ menurut kamus. Nama hantu itu disebut oleh kontestan Pilpres 2019, baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto.

Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada, Profesor Sunyoto Usman, menilai setan itu telah diseret ke ranah politik, dijadikan kiasan yang menggambarkan kesan seram. Ada tujuan kenapa bahasa tertentu digunakan dalam konteks politik.

“Itu adalah istilah hiperbol,” kata Sunyoto kepada wartawan, Jumat (8/2).

Dia menjelaskan, kampanye pada dasarnya merupakan tindakan menonjolkan pihak sendiri dan merendahkan pihak lawan. Kadarnya macam-macam. Bahasa kampanye yang digunakan bakal menyesuaikan dengan dinamika masyarakat. Sebagai bagian dari bahasa, istilah genderuwo telah menyimpan kesan seram sejak dulu di sebagian masyarakat Indonesia.

“Kalau dalam konteks ini, bahasa dipergunakan bukan sekadar berinteraksi, tapi untuk meraih, mengembangkan, dan memelihara kekuasaan,” kata Sunyoto yang membidangi area keilmuan sosiologi politik di kampusnya.

Sosiolog dari UGM, Arie Sudjito, menilai politik pada dasarnya sebagai seni dalam mengelola kekuasaan. Namun politik bisa berubah menjadi seram.

“Bila politik diisi hoax, umpatan, kebencian antaragama, fitnah, ancaman, dan saling serang menghukumi, maka politik menjadi menakutkan,” kata Arie.

Pilpres sebagai pesta demokrasi sepatutnya diisi dengan cara-cara politik yang sehat. Kritik antarkubu perlu bermuatan data yang jelas, bukan ujaran kebencian. Dengan demikian, kesan seram yang kerap ada di politik bakal hilang. Bukan hanya elite politik, tapi masyarakat juga perlu mempraktikkan bahasa-bahasa politik yang menyadarkan tanpa memancing kemarahan.

Seringkali, rakyat justru menjadi korban ‘genderuwo’ yang lahir dari sirkuit persaingan para elite.

“Di level masyarakat, sebenarnya politik bukanlah sesuatu yang menakutkan. Yang membuat politik jadi menakutkan seperti genderuwo adalah para elite dan tim suksesnya, menggunakan segala cara meraih kekuasaan. Justru seringkali rakyat jadi korban,” tutur Arie.

Istilah genderuwo kian sering digunakan di perbincangan politik nasional sejak November 2018 lalu. Saat itu Jokowi menggunakan istilah genderuwo untuk menyebut cara-cara politik menebar ketakutan. Dia menggunakan istilah itu supaya semua pihak menghindari propaganda yang mengundang perpecahan, ketakutan, dan keragu-raguan. Jangan sampai gara-gara pemilu, kerukunan di level warga jadi rusak.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya ‘politik genderuwo’, nakut-nakuti,” kata Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11).

Prabowo juga menggunakan istilah genderuwo saat bercerita saat dirinya kesulitan menjalankan bisnisnya, yakni sulit mendapat pinjaman di bank. Ini yang menyebabkan biaya politiknya dihemat. Di sisi lain, Prabowo merasa ada sebagian orang yang bisa diberi kredit terus-menerus secara mudah. Pada konteks inilah dia menggunakan istilah genderuwo.

“Ini negara punya siapa? Punya genderuwo katanya ini. Punya genderuwo,” kata Prabowo di Hall Sport Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2) kemarin. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Dinkes Kota Batam Siagakan Dua Petugas di Lokasi Penghitungan Suara

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kesehatan Kota Batam menyiagakan dua petugas kesehatan di lokasi penghitungan suara Pemilu tingkat kecamatan. Kepala Dinas Kesehatan, Didi Kusmarjadi mengatakan...

Kalahkan Bebenz Kodok’s A, Bright PLN Batam Raih Juara 3 Turnamen ATB Cup X...

Metrobatam.com, Batam - bright PLN Batam meraih prestasi membanggakan pada Adhya Tirta Batam Cup X Championship 2019 dengan keluar sebagai juara tiga setelah berhasil...

TNI/Polri Pantau Keamanan Kota Tanjungpinang dengan Berpatroli Memakai Motor

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kodim 0315/Bintan bersama dengan Polres dan Lanudal Tanjungpinang serta Wing Udara I Tanjungpinang menggelar Patroli bersama menggunakan motor ke setiap Kecamatan...

Ryamizard Ryacudu Serang Balik Penghina KPU

Metrobatam, Jakarta - Usai hinaan datang bergelombang ke arah KPU, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melancarkan serangan balik. Disebutnya, pihak yang kerap mencaci-maki KPU adalah...

Sepi Job, Vanessa Angel Kontak Muncikari Minta Dicarikan Tamu

Metrobatam, Surabaya - Vanessa Angel menjalani sidang perdana kasus penyebaran konten pornografi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Vanessa disebut sepi job, sehingga menghubungi muncikari...

Jaksa: Keterangan Rocky Buktikan Kebohongan Ratna Buat Onar

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe menyatakan keterangan pengamat politik dan aktivis Rocky Gerung di persidangan kasus berita bohong atau hoaks sudah...

Petugas KPPS Gugur, Ridwan Kamil Beri Santunan Rp50 Juta

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian dalam bentuk penghargaan dan santunan kepada warganya penyelenggara Pemilu 2019 yang jatuh sakit dan meninggal...

Viral Video Menegangkan saat Petugas Penjaga Kotak Suara Ditembaki KKB

Metrobatam, Jakarta - Sebuah video menegangkan saat-saat para petugas penyelenggara pemilu, TNI dan Polri ditembaki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesaat setelah pencoblosan di...

Hampir 90% Rakyat Mesir Setujui Presiden Sisi Berkuasa Hingga 2030

Kairo - Hampir 90% warga Mesir yang menggunakan hak pilihnya menyetujui referendum untuk membuka jalan bagi Presiden Abdel Fattah al-Sisi berkuasa hingga tahun 2030....

Sofyan Tersangka, Trio ‘Bagi Rata’ Satu Per Satu Masuk KPK

Metrobatam, Jakarta - Proyek PLTU Riau-1 menjadi bancakan korupsi meski pengerjaannya belum tuntas betul. Penyidik KPK membongkar siasat jahat dari para pejabat di sekitar...

Lemhanas Mencatat Sejak 2010 Toleransi di Indonesia Menurun

Metrobatam, Jakarta - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mencatat sejak 2010 kualitas toleransi bangsa Indonesia mengalami penurunan. "Melalui Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional (Labkurtannas) Lemhanas RI...

Kapal Fery Bermuatan 60 Santri Wanita Tenggelam

Metrobatam, Banjarmasin - Kapal fery penyeberangan yang mengangkut lebih kurang 60 santri dari Desa Bahalayung, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tenggelam. "Kapal fery...