Metrobatam, Semarang – Ahmad Sueb, Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara “dag dig dug” ketika nama kampungnya, Tambak Lorok disebut oleh Calon Presiden Joko Widodo saat debat Capres hari Minggu (17/2) lalu. Jokowi menguak perjalanan incognito-nya tengah malam di kampung nelayan tersebut.

“Kaget, deg-degan, nama Tambak Lorok disebut, nama saya bakal disebut juga nggak ya,” kata Sueb menceritakan pengalamannya saat menyaksikan debat di televisi, Senin (18/2).

Saat debat, Jokowi menjawab Capres nomor 02, Prabowo Subianto terkait kondisi nelayan. Saat itu Jokowi mengatakan dirinya sering berkunjung ke kampung nelayan bahkan pernah hanya berdua bersama sopir tengah malam ke Kampung Tambak Lorok.

“Bahkan bapak ibu bisa tanya, jam 12 malam tengah malam berdua dengan sopir, untuk pastikan bagaimana kondisi nelayan yang benar,” kata Jokowi.

“Banyak laporan yang tidak baik, banyak yang baik, tapi saya pastikan. Tengah malam saya datang ke Tambak Lorok, di utara Kota Semarang,” sambungnya.

Usai debat itu, warga Tambak Lorok kembali ramai membahas kunjungan senyap Jokowi yang terjadi hari Sabtu, 2 Februari 2019 lalu itu. Jokowi yang datang selaku Presiden nyaris tidak dikenal warga saat tiba di Tambak Lorok karena hanya berjalan sendirian tanpa pengawalan sedangkan sopirnya ada di mobil.

“Sendirian, sopirnya tidak ikut turun. Bapak (Jokowi) kan dari dermaga muter ke RTH, masuk jalan lorong, ke jalan raya, memang itu betul,” kata Sueb.

Sueb, ketika Jokowi datang sedang berbincang dengan 20 nelayan di warung kopi di dermaga. Saat itu sekitar pukul 23.00 WIB ia melihat pria berkemeja putih duduk di tambatan tali perahu sedang berbincang dengan 3 nelayan. Namun Sueb dan nelayan di warung kopi mengira sosok itu adalah pihak proyek Kampung Bahari.

“Lha malam-malam, saya kira pekerja proyek, saat menghampiri baru tahu itu Pak Jokowi,” lanjutnya.

Jokowi menghampiri para nelayan di warung kopi dan mulai berbincang mengenai kondisi kampung, perekonomian, hingga proses pembangunan Kampung Bahari di sana yang sudah mulai sejak tahun 2015.

“Beliau lihat-lihat kondisi pekerjaan proyek yang dulu beliau datangi tahun 2014 dan tanya-tanya warga terkait ekonominya gimana, sesudah ada proyek ini gimana,” pungkasnya.

“Bapak memang ingin merampungkan ini,” imbuhnya.

Ketika Jokowi berjalan kaki berkeliling Tambak Lorok sembari berbincang dengan warga, Sueb mengaku berinisiatif mengawal Jokowi karena ia tidak melihat ada Paspampres. Meski demikian menurut Sueb, saat itu Jokowi terbuka ketika ada warga yang bersalaman dan foto bersama.

“Ya beliau kan simbol negara, saya sama warga di belakang Bapak saling pegangan biar jaga-jaga agar tidak ada yang terjadi apa-apa. Ya jadi Paspampres dadakan,” kenangnya sambil tertawa.

Malam mingguan dadakan bareng Jokowi itu sangat mengejutkan bagi Sueb dan warga lainnya. Hal itu karena sebelumnya ia mendengar kabar kunjungan Presiden ke Tambak Lorok pada hari Minggu keesokan harinya batal. Namun tak disangka Jokowi justru jalan sendirian tengah malam ke sana.

“Kita tidak tahu juga beliau bakal datang ke Tambak Lorok karena rencananya tanggal 3 mau ke sini batal. Beliau datang ke Tambak Lorok sama sopirnya saja, tidak lihat pengawalan dari pihak Paspampres, TNI atau Polisi. Naiknya Innova,” ujar Sueb.

Setelah satu jam berbincang dengan warga sembari berkeliling kampung, Jokowi memutuskan menaiki mobilnya dan kembali ke hotel. Setelah Jokowi pergi, giliran Sueb sibuk menerima tamu dari aparat serta pemerintahan yang bertanya soal kunjungan dadakan itu.

“Saya tidur jam 02.00 lha banyak tamunya,” tandasnya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE