Mahfud Md: Pemilu Ini untuk Kita, Jangan Ngacau!

Metrobatam, Banyuwangi – Ketua Suluh Kebangsaan Mahfud Md prihatin dengan pengacau yang melakukan aksi menjelang pemilu 17 April mendatang. Adanya pembakaran kendaraan bermotor di Jawa Tengah merupakan aksi yang dinilai akan mengacau kegiatan pesta demokrasi 5 tahunan ini.

“Memang saat ini masih terkendali. Kalau menggunakan istilah TNI Polri aman terkendali. Tapi bahwa ada bom, pembakaran motor, dan mobil di Jawa Tengah itu adalah fakta harus dilihat sebagai upaya mengacau pemilu, karena itu kaitannya dengan pemilu,” ujar Mahfud dalam acara Jelajah Kebangsaan di Stasiun Banyuwangi Baru, Jumat (22/2).

Read More

Mahfud juga mencontohkan adanya ledakan saat digelar debat capres kemarin, menjadikan indikasi membuat kacau pemilu dengan menakut-nakuti masyarakat.

“Sama semua itu pengacau. Seperti ledakan di sekitar lokasi debat dan pembakaran motor dan mobil di Jawa Tengah. Itu polanya sama dan hanya ada di Pilpres dan Pileg 2019,” tegasnya.

Mahfud mengaku memiliki data yang diberikan oleh Polri. Ada sekitar 27 kasus yang memiliki pola sama. Kemungkinan akan bertambah lagi.

“Jangan ngacau, pemilu ini untuk kita,” tambahnya.

Sementara itu, gangguan lain menjelang pemilu 17 April mendatang itu adalah produksi berita hoaks yang terus menerus dilakukan. Ini pun dilakukan kedua kubu calon presiden dan wakil presiden. Hal ini sengaja dilakukan untuk mengacaukan ketenangan masyarakat. Mahfud menilai, kemenangan kontestasi politik dengan melakukan hoaks tidak akan menghasilkan pemimpin yang baik.

“Akan lebih terhormat bila kita ini fair dalam melakukan kontestasi politik. Kalau diwarnai hoaks gitu nanti hasilnya tidak akan baik. Akan menyebabkan kita sakit hati satu sama lain. Tapi kalau kita menang secara terhormat dan menang secara terhormat negara ini akan berjalan dengan lebih baik,” pungkas Mahfud. (mb/detik)

Loading...

Related posts