Metrobatam, Jakarta – Calon Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) banyak mengeluarkan pernyataan yang dinilai menyerang kubu lawan saat kampanye beberapa hari lalu. Jokowi menegaskan hal itu memang diperlukan.

Jokowi mengatakan, serangan yang dia lakukan sebagai bentuk ofensif terhadap isu yang dialamatkan ke dirinya. Dia mengatakan tak mau hanya berdiam saja.

“Ya kampanye kan perlu ofensif, masa kita 4 tahun suruh diam saja. Ya nggaklah. Jadi 4 tahun diam, masa suruh neruskan,” kata Jokowi di kediaman Akbar Tandjung, Jl Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2).

Salah satu pernyatannya Jokowi yang dinilai menyerang kubu lawannya yakni, ada tim sukses yang mencoba mengadu domba dengan menggunakan propaganda ala Rusia. Istilah ‘propaganda Rusia’ ini kemudian ramai ditanggapi, termasuk pemerintah Rusia sendiri.

Terkait istilah propaganda Rusia itu, Jokowi menegaskan hal itu hanya terminologi dari artikel yang dia baca di Reins Corporation. Tidak ada hubungannya degan negara Rusia.

“Sehingga ya memang tulisannya seperti itu, bahwa yang namanya semburan kebohongan, semburan dusta, semburan hoaks itu bisa mempengaruhi dan membuat ragu dan membuat ketidakpastian. Dan itu biasanya di negara-negara lain tanpa didukung oleh data-data yang konkret ya memang seperti itu,” jelas Jokowi.

“Sekali lagi ini bukan urusan negara kita denga Rusia,” imbuhnya.

Hilang Kesabaran Soal Hoaks

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar menduga Presiden Joko Widodo kemungkinan hilang kesabarannya terkait terpaan kabar bohong atau hoaks sehingga melontarkan pernyataan ofensif belakangan ini.

“Mungkin ada orang [Jokowi] kehilangan kesabaran juga, mungkin ya,” kata Agum saat ditemui di wilayah Pasar Rebo, Jakarta, Selasa (5/2).

Mantan Danjen Kopassus TNI AD itu juga menyatakan kabar hoaks dan ujaran kebencian terlihat sangat masif di Pilpres 2019.

Menurutnya, hal itu sengaja diciptakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab dengan tujuan ingin mengadu domba masyarakat Indonesia.

Agum lantas menyarankan kepada masyarakat Indonesia, khususnya para pendukung Jokowi untuk tak terpancing terkait maraknya peredaran kabar hoaks tersebut.

“Saya rasa kita jangan terpancing. Rakyat kita ini akan semakin dewasa. Semakin bisa melihat mana yang benar, mana yang tidak baik,” kata dia.

Lebih lanjut, Agum turut mencontohkan kasus kabar hoaks yang diciptakan oleh Ratna Sarumpaet beberapa waktu lalu. Ia lantas mengimbau kepada para pendukung Jokowi untuk bijak dan tak terpancing emosi dalam merespon kasus tersebut.

“Ada kasus Ratna Sarumpaet. Kalau Anda-anda pendukung Jokowi ditanya soal kasus ini, jawabannya bijak, ‘ya kita negara hukum, biarkan hukum yang bicara’. Jangan kita emosi. Kalau kita emosi pro-kontra akan muncul. Rugi kita,” kata dia.

Selain itu, Agum turut mengapresiasi prestasi kerja Jokowi semasa menjabat sebagai presiden mampu membangun Indonesia secara masif.

Ia menilai pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia sangat wajar. Sebab, kondisi Indonesia saat ini sudah tertinggal dengan negara-negara tetangga yang infrastrukturnya sudah maju.

“Karena kita jauh ketinggalan dengan negara-negara tetangga kita dan akibat infrastruktur yang tertinggal, Indonesia banyak daerah di kenal daerah terpencil, daerah terisolir daerah yang surplus tapi tidak bisa memasarkan hasilnya,” katategasnya.(mb/detik/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Dinkes Kota Batam Siagakan Dua Petugas di Lokasi Penghitungan Suara

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kesehatan Kota Batam menyiagakan dua petugas kesehatan di lokasi penghitungan suara Pemilu tingkat kecamatan. Kepala Dinas Kesehatan, Didi Kusmarjadi mengatakan...

Kalahkan Bebenz Kodok’s A, Bright PLN Batam Raih Juara 3 Turnamen ATB Cup X...

Metrobatam.com, Batam - bright PLN Batam meraih prestasi membanggakan pada Adhya Tirta Batam Cup X Championship 2019 dengan keluar sebagai juara tiga setelah berhasil...

TNI/Polri Pantau Keamanan Kota Tanjungpinang dengan Berpatroli Memakai Motor

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kodim 0315/Bintan bersama dengan Polres dan Lanudal Tanjungpinang serta Wing Udara I Tanjungpinang menggelar Patroli bersama menggunakan motor ke setiap Kecamatan...

Ryamizard Ryacudu Serang Balik Penghina KPU

Metrobatam, Jakarta - Usai hinaan datang bergelombang ke arah KPU, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melancarkan serangan balik. Disebutnya, pihak yang kerap mencaci-maki KPU adalah...

Sepi Job, Vanessa Angel Kontak Muncikari Minta Dicarikan Tamu

Metrobatam, Surabaya - Vanessa Angel menjalani sidang perdana kasus penyebaran konten pornografi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Vanessa disebut sepi job, sehingga menghubungi muncikari...

Jaksa: Keterangan Rocky Buktikan Kebohongan Ratna Buat Onar

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe menyatakan keterangan pengamat politik dan aktivis Rocky Gerung di persidangan kasus berita bohong atau hoaks sudah...

Petugas KPPS Gugur, Ridwan Kamil Beri Santunan Rp50 Juta

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian dalam bentuk penghargaan dan santunan kepada warganya penyelenggara Pemilu 2019 yang jatuh sakit dan meninggal...

Viral Video Menegangkan saat Petugas Penjaga Kotak Suara Ditembaki KKB

Metrobatam, Jakarta - Sebuah video menegangkan saat-saat para petugas penyelenggara pemilu, TNI dan Polri ditembaki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesaat setelah pencoblosan di...

Hampir 90% Rakyat Mesir Setujui Presiden Sisi Berkuasa Hingga 2030

Kairo - Hampir 90% warga Mesir yang menggunakan hak pilihnya menyetujui referendum untuk membuka jalan bagi Presiden Abdel Fattah al-Sisi berkuasa hingga tahun 2030....

Sofyan Tersangka, Trio ‘Bagi Rata’ Satu Per Satu Masuk KPK

Metrobatam, Jakarta - Proyek PLTU Riau-1 menjadi bancakan korupsi meski pengerjaannya belum tuntas betul. Penyidik KPK membongkar siasat jahat dari para pejabat di sekitar...

Lemhanas Mencatat Sejak 2010 Toleransi di Indonesia Menurun

Metrobatam, Jakarta - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mencatat sejak 2010 kualitas toleransi bangsa Indonesia mengalami penurunan. "Melalui Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional (Labkurtannas) Lemhanas RI...

Kapal Fery Bermuatan 60 Santri Wanita Tenggelam

Metrobatam, Banjarmasin - Kapal fery penyeberangan yang mengangkut lebih kurang 60 santri dari Desa Bahalayung, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tenggelam. "Kapal fery...