Metrobatam, Jakarta – Politikus Partai Demokrat, Jansen Sintindaon menertawakan pidato Ketum PSI Grace Natalie yang menyinggung adanya kaum nasionalis gadungan. PSI menilai Jansen tersindir dengan pernyataan Grace.

“PSI tidak menuding partai mana pun sebagai ‘nasionalis gadungan’. Tapi kalau Demokrat yang paling pertama bereaksi, mungkin wajar karena mereka yang paling tersindir,” kata politikus PSI Guntur Romli dalam keterangan tertulis, Rabu (13/2/2019).

Guntur pun menjelaskan makna ‘nasionalis gadungan’ yang disebut Grace dalam pidatonya. Menurut Guntur, Grace tak merujuk pada institusi parpol atau politikus tertentu.

“Nasionalis gadungan itu kriteria, bukan apa parpol dan siapa politisinya. Para politisi yang diam, bahkan bermain isu intoleransi dan radikalisme serta mencuri duit rakyat alias korupsi layak disebut nasionalis gadungan,” tuturnya.

Guntur kemudian berbicara soal situasi intoleransi dan korupsi di rezim Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut dia, kasus intoleransi dan korupsi marak terjadi di era SBY.

“Peraturan Dua Menteri Soal Rumah Ibadah yang dijadikan sebagai senjata penutupan rumah ibadah lahir di era Presiden SBY tahun 2006. Demikian pula SKB Tiga Menteri terhadap Ahmadiyah yang dijadikan dalih persekusi kelompok mayoritas terhadap minoritas lahir di era Presiden SBY tahun 2008, perda-perda berbasis agama yang diskriminatif tumbuh subur di era SBY,” ujarnya.

“Ditambah kader-kader Demokrat saat berkuasa mengirim Ketua Umum, Bendahara Umum, Ketua DPP, anggota DPR ke KPK, sehingga kampanye anti korupsi Partai Demokrat saat itu Katakan Tidak Pada Korupsi, diledek oleh publik Katakan Tidak Pada[hal] Korupsi,” lanjut Guntur.

Guntur menambahkan, persekusi keagamaan paling besar terjadi di pemerintahan SBY. Mengutip data Amnesty Internasional, Guntur menyebut 10 tahun masa SBY ada 106 orang yang dijerat UU Penodaan Agama. Angka ini, kata dia, mengalahkan masa orba yang hanya 10 orang.

“Data Amnesty Internasional 10 tahun masa SBY ada 106 orang yang dijerat UU Penodaan Agama. Bahkan pada masa orba saja hanya 10 orang. Intoleransi dan radikalisme saat ini meningkat karena pemerintahan SBY memberikan angin. Jokowi hanya kena getahnya saja. Apalagi kelompok-kelompok intoleran dan radikal kini bergabung dengan Koalisi Prabowo dan Sandiaga yang ikut menyerang Jokowi,” tuturnya.

Jansen Sitindaon sebelumnya menertawakan pidato Ketum PSI Grace Natalie yang menyinggung kaum nasionalis gadungan. Dia menilai PSI hanya bisa cari sensasi.

“Saya hanya bisa tertawa dengar pidato Grace Natalie ini. Lama-lama jadi Partai Sensasi Indonesia, PSI ini,” kata Jansen kepada wartawan, Selasa (12/2). (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tak Hanya Soal Santunan, Pemilu Perlu Dievaluasi agar Tak Ada Korban Jiwa

Metrobatam, Semarang - Puluhan petugas pemilu yang terdiri dari KPPS dan Linmas di Jawa Tengah meninggal dampak dari kelelahan melaksanakan tugas. Upaya memberikan santunan...

Presidential Threshold Dinilai Merusak Sistem Pemilu Serentak

Metrobatam, Jakarta - Salah satu penggagas penyelenggaraan pemilu secara serentak, Effendi Ghazali, menyatakan Pemilu 2019 hancur karena sistem ambang batas presidensial atau presidential threshold...

Komisioner KPU: Mikir Gitu Kalau Mau Bilang Kami Curang

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz meminta semua pihak tak asal menuduh pihaknya berbuat curang hanya karena ada kesalahan input...

Gara-gara Kesepian, Di Gunungkidul Banyak Lansia Gantung Diri

Metrobatam, Yogyakarta - Banyaknya lansia yang menjadi pelaku gantung diri di Gunungkidul disinyalir karena pengaruh kesepian yang berujung pada depresi. Karena itu, Fopperham menggelar...

Asik Pesta Sabu, 3 Oknum Anggota Polres Pandeglang Ditangkap

Metrobatam, Serang - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten menggerebek tiga oknum anggota Polres Pandeglang Polda Banten, bersama penjaga villa saat sedang pesta sabu...

Real Count KPU 32,27 Persen: Jokowi Ungguli Prabowo Sementara

Metrobatam, Jakarta - Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul sementara dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno versi...

KSP: Pembakaran Surat Suara di Puncak Jaya untuk Hindari Penyalahgunaan

Metrobatam, Jakarta - Deputi V Kepala Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani telah mengecek video surat suara dibakar di Puncak Jaya, Papua yang viral. Hasilnya,...

Mahfud Md Minta Revisi UU Pemilu Diprioritaskan

Metrobatam, Jakarta - Eks Ketua MK Mahfud Md punya harapan kepada Presiden Indonesia yang nantinya terpilih secara resmi lewat hasil KPU. Mahfud meminta siapa...

11 Petugas Pemilu Sumsel Tewas, Gubernur Buka Pos Kesehatan

Metrobatam, Palembang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan mencatat dalam satu pekan usai pemungutan suara, ada 11 petugas pemilu di Sumatera Selatan meninggal...

Buron Polisi Ceko Ditangkap di Pelabuhan Ferry Batam

Metrobatam, Batam - Buron kepolisian Ceko ditangkap aparat Polda Kepulauan Riau (Kepri) di Batam. Dia ditangkap saat hendak berangkat ke Singapura. Buron atas nama Novak...

Golkar ke Fadli Zon: Kok Kebelet Amat Seret Pemilu ke Legislatif?

Metrobatam, Jakarta - Fraksi Golkar di DPR heran dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang mengusulkan pembentukan pansus kecurangan Pemilu 2019. Golkar lalu mempertanyakan...

Liga Spanyol: Saling Berbalas Gol, Atletico Bungkam Valencia 3-2

Madrid - Atletico Madrid berhasil mendapatkan hasil positif saat menghadapi Valencia. Sempat saling berbalas gol, Los Colchoneros akhirnya menang 3-2. Pada laga di Wanda Metropolitano,...