Siap-siap, AS Akan ‘Sanksi’ Negara Pengguna Huawei

Metrobatam, Jakarta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Pompeo akan segera menerbitkan ultimatum yang akan membuat negara-negara yang membeli produk Huawei Technology Co masuk ke dalam sebuah daftar khusus.

Ia mengatakan kerja sama antara suatu negara dengan raksasa teknologi China itu dapat membatasi ketersediaan peralatan AS.

Read More

Dalam Teknologi 5G, Perlukah AS Khawatirkan Huawei Cs?

“Jika peralatan itu terletak di tempat di mana kami memiliki sistem penting Amerika, hal itu akan membuat kami lebih sulit untuk bermitra bersama mereka,” kata Pompeo kepada wartawan di Budapest, Hongaria, ketika ditanya tanggapannya tentang Huawei.

“Kami ingin memastikan bahwa kami mengidentifikasi peluang dan risiko dengan menggunakan peralatan itu. Dan kemudian mereka akan membuat keputusan,” tambahnya, mengutip the Star Malaysia, Rabu (13/2).

Perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Shenzhen, China, itu telah menjadikan Hongaria sebagai basis utamanya di Eropa dan telah menggembar-gemborkan investasi senilai US$1,2 miliar di negara itu.

Pemerintahan Trump, yang ingin meningkatkan kemitraannya dengan Hongaria dan negara-negara Eropa tengah lainnya, memperingatkan bahwa negara-negara yang menggunakan peralatan Huawei dalam infrastruktur penting dapat membuat keamanan negaranya terancam.

Pompeo tidak menguraikan “sistem Amerika yang penting” apa yang ia maksud. Namun diplomat top AS itu telah menekankan bahwa Huawei merupakan tema utamanya dalam kunjungan ke Eropa minggu ini.

Pompeo juga akan mengunjungi Polandia, Slovakia, Belgia, dan Islandia dalam perjalanan itu. Pemerintah AS telah menyarankan penyedia perangkat mobile generasi berikutnya untuk bergantung pada perusahaan AS, seperti Cisco Systems Inc.

“Mereka [negara-negara] dapat membuat keputusan sendiri sehubungan dengan hal-hal ini,” kata Pompeo. “Yang penting adalah bahwa kami membagi dengan mereka hal-hal yang kami ketahui tentang risiko yang ada terkait kehadiran Huawei di jaringan mereka.”

Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto, dalam briefing bersama dengan Pompeo di Budapest, membantah kritik Pompeo bahwa Hongaria tidak melakukan banyak hal untuk melawan pengaruh China, khususnya terkait Huawei.

Dia menekankan bahwa perdagangan Hongaria dengan China mewakili 1,2% dari keseluruhan perdagangan Uni Eropa (UE) dengan China dan bahwa setiap kerja sama tidak boleh membahayakan kemitraan negara itu dengan AS.

“Jika Anda melihat perusahaan China yang sangat sering menjadi berita saat ini mengenai telekomunikasi, apakah mereka hadir di Hongaria? Ya,” kata Szijjarto. “Siapa kontraktor utama mereka? Perusahaan Jerman dan Inggris. Jadi ketika membahas China, saya pikir kemunafikan pada akhirnya harus ditinggalkan.” (mb/detik)

Loading...

Related posts