Soal ‘Haram Coblos Novel Bamukmin’, PBB: Jangan GR!

Metrobatam, Jakarta – Caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Novel Bamukmin menyerukan haram mencoblos dirinya di Pemilu 2019, karena dia telah mengundurkan diri. PBB meminta Novel jangan merasa hebat alias GR.

“Seruan Novel mengharamkan memilih dirinya itu sudah merendahkan harkat martabat dirinya sendiri, apalagi argumentasi sangat lemah, saya sudah cek semua komentar di Youtube yang menyikapi dirinya mundur orang akan tetap milih PBB,” kata Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono kepada wartawan, Minggu (24/2).

Read More

Sukmo mengingatkan Novel bahwa dia lah yang menumpang di PBB, bukan sebaliknya. Dia juga sedang mencari bukti jika Novel melakukan black campaign terhadap PBB.

“Dalam hal ini Novel harus ingat Novel itu nebeng PBB, bukan PBB nebeng Novel, jangan GR dia. Bahkan saya sedang cari alat bukti jika Novel melakukan black campaign pada PBB saya akan seret ke ranah hukum,” ujar Sukmo.

“Novel ini sudah berkali-kali diimbau Sekjend untuk patuh pada PBB, kalau melawan dan merusak PBB, maka akan berhadapan dengan seluruh umat Islam yang telah mempercayai PBB sebagai saluran aspirasinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Novel Bamukmin menegaskan dirinya sudah mundur dari pencalegan di PBB, secara lisan. Dia menyerukan haram mencoblos namanya di Pemilu 2019.

“Saya sudah sampaikan di mana-mana bahwa haram mencoblos nama saya sehingga saya yakinkan saya tidak akan menjadi sebagai anggota dewan karena saya tidak mau satu suara saya pun mereka ambil untuk mendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. Karena satu suara saya kalau masih ada yang mencoblos nama saya sama saja saya menzolimi imam besar saya Habib Rizieq Syihab dan ulama serta habaib serta aktivis islam lainya,” kata Novel Bamukmin kepada wartawan, Minggu (24/2).

Novel bahkan memasang seruan agar dirinya tak dipilih di profil picture WA-nya. Dia menegaskan tak ingin memberi keuntungan bagi PBB yang kini mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“InsyaAllah sampai saat ini saya masih membela agama dan taat kepada ijtima ulama ketimbang mejadi caleg yang dipimpin oleh orang-orang munafik yang menjual agama demi kepentingan politik mungkarnya,” imbuhnya.

Sementara itu Anggota Komisi II DPR Fraksi PPP Achmad Baidowi menilai Novel terlalu percaya diri (PD). “Itu kepedean saja. Soal haram dan tidak itu bukan ditentukan oleh dirinya. Lagian memang sudah ada yang pasti memilih?” ujar Baidowi, kepada wartawan, Senin (25/2).

Pria yang akrab disapa Awiek itu mengatakan, perihal haram atau tidak bukan Novel yang menentukan. Dia pun meminta Novel untuk tak asal bicara.

“Soal haram mengharamkan itu bahasa agama bukan bahasa politik jadi jangan dibuat mainan,” katanya.

Awiek juga heran dengan sikap Novel yang menyinggung soal pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. Dia mempertanyakan maksud pernyataan Novel itu.

“Lalu dibilang parpol pendukung penista agama dan kriminalisasi. Itu yang mana? Kalau ada figur menganiaya, menghina lalu dilaporkan dan diproses hukum itu namanya penegakan hukum bukan kriminalisasi. Yang kriminalisasi itu kalau tida ada kasus, tidak ada kejadian lalu diada-adakan. Itu yang tidak boleh,” tutur Awiek. (mb/detik)

   
Loading...

Related posts