Metrobatam, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengaku tak heran dengan beredarnya video capres Prabowo Subianto diduga marah-marah, yang disebut BPN sebagai ‘tegur sayang’, di hadapan ulama dan tokoh masyarakat di Sumenep. Sebab, hal itu bukanlah yang pertama kalinya.

“Rekaman Prabowo marah-marah bukan pertama terjadi. Ini boleh dikatakan sebagai karakter yang melekat, walaupun sudah dipoles dengan branding New Prabowo,” ujar Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Rabu (27/2/2019).

Ace mengatakan, video itu seolah membongkar watak asli Prabowo. Selain itu, video tersebut juga menunjukkan kegagalan proyek ‘The New Prabowo’ yang sebelumnya digaungkan.

“Peristiwa marah-marah tersebut juga mencerminkan bahwa Prabowo tidak punya adab karena tidak menghormati kehadiran para ulama dan Kiai pemimpin pondok. Sikap merendahkan orang lain dari Prabowo sudah beberapa kali juga terjadi mulai dari merendahkan guru, tukang ojek sampai dengan wajah Boyolali,” tuturnya.

“Ini jelas paradoks dengan pencitraan Prabowo yang disebutkan tegas, santun, bijak dan ikhlas. Sekali lagi New Prabowo gagal total,” sambung Ace.

Politikus Golkar itu juga menilai, video itu menunjukkan bahwa pidato Prabowo tak lagi dihiraukan. Sebab, menurutnya, pidato eks Danjen Kopassus itu penuh dengan retorika dan tidak dipahami masyarakat.

“Apa yang terjadi di Sumenep menunjukkan Prabowo tidak dihiraukan dan ditinggalkan pendukungnya. Audiens jelas tidak tertarik dengan pidato Prabowo yang hanya menjual retorika, penuh jargon dan tidak dipahami oleh yang hadir. Wajar saja audiens ribut berbicara sendiri-sendiri,” katanya.

Sebelumnya, video capres Prabowo Subianto diduga marah-marah di hadapan ulama dan tokoh masyarakat di Sumenep beredar di media sosial. berdasarkan potongan video yang beredar, Prabowo, yang tengah berbicara di mimbar, bertanya kepada seseorang yang diduga tengah berbicara sendiri.

Awalnya Prabowo bicara soal duit WNI di luar negeri yang mencapai Rp 11 ribu triliun lebih. Prabowo menghentikan pidatonya. Sembari menunjuk, Prabowo bertanya apakah pihak tersebut ingin menggantikannya bicara di atas mimbar.

“Kenapa kok? Ada apa you bicara sendiri di situ? Apa you aja yang mau bicara di sini?” lanjut Prabowo.

BPN Prabowo-Sandiaga pun telah memberi penjelasan. BPN menegaskan sang capres tidak marah kepada ulama ataupun tokoh masyarakat yang ada.

“Dalam video itu, sikap Prabowo menegur audiens, bukan ulama, hanya menegur sayang, tidak menegur dengan kemarahan,” ujar Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Viva Yoga Mauladi. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE