Metrobatam, Jakarta – Husain alias Abu Hamzah disebut sudah 6 tahun aktif di kelompok jaringan teroris. Abu Hamzah punya keahlian merakit bom.

“Selama 6 tahun terakhir keterangan dari orang tuanya ini aktif di beberapa kelompok itu jaringan Lampung dan Sibolga,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/3).

Dedi menyebut Abu Hamzah punya kemampuan merakit bom di atas R, terduga teroris yang ditangkap di Lampung pada Sabtu (9/3). Kelompok teroris Lampung dan Sibolga merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi ISIS.

“Dia sasarannya adalah melakukan aksi (teror) terhadap markas maupun secara personal aparat keamanan. Kenapa? Karena aparat keamanan termasuk yang paling getol atau paling intens melakukan penegakan hukum terhadap kelompok mereka,” terang Dedi.

Selain Abu Hamzah, tim Densus 88 Antiteror menciduk dua terduga teroris lainnya berinisial AK alias Ameng dan berinisial P. Dari tangan jaringan Abu Hamzah, polisi menyita barang bukti bom pipa.

Sementara itu, dari rumah Abu Hamzah di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Sibolga, polisi menyita banyak barang bukti yakni 2 bom pipa, 4 buah casing tabung pipa dari LPG, 100 kg flash powder, 2 bom pipa tabung, termasuk 1 bom pipa elbow.

Abu Hamzah ditangkap pada Selasa (12/3). Sedangkan istrinya, Solimah, meledakkan diri dengan bom rakitan saat bersama anaknya di kamar rumah. Solimah sempat dibujuk menyerahkan diri, tapi memilih melakukan bom bunuh diri. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE