Ilustrasi ( Foto : MI/RAMDANI)

Metrobatam.com, Batam – Angka penceraian di Kota Batam cukup tinggi dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini yakni 2017-2018. Ini diungkapkan Ketua Pengadilan Agama Kota Batam, Drs.Basuni M.H disela -sela acara penandatanganan zona integritas PN Batam.

Dari data Pengadilan Agama Klas 1A Batam tahun 2017, ada 1.800 an perkara perceraian. Pada tahun 2018, ada sekitar 2.220 kasus perceraian.

Angka perceraian di Kota Batam ini mengalami peningkatan tiap tahun, namun untuk penyebab utamanya selalu sama yakni faktor ekonomi dan perselingkuhan.

Ada istilah, pria yang berpenghasilan di atas rata-rata atau mapan, mempunyai kecenderungan untuk berselingkuh dari pasangannya.

“Faktor ekonomi salah satunya, dan laki -laki yang mapan cendrung carinya wanita alias selingkuh dari pasangannya sehingga terjadi perceraian,” kata Basuni.

Lanjut Basuni, kebanyakan yang minta gugat cerai adalah perempuan. Karena wanita kurang duit atau harta muncul pertengkaran.

“Itu adalah naluri, kalau perempuan kurang duit cari duit maka terjadilah gugat ceria. Sebaliknya laki -laki banyak uang carinya wanita,” tutur Basuni.

Ketua Pengadilan Agama Kota Batam, Drs.Basuni M.H ( Foto : N.Juntak/Mb)

Disamping itu, perkara yang disidangkan di Pengadilan Agama Batam juga terkait pemeliharaan dan penetapan anak serta sengketa harta gono -gini. Namun 5 persen dapat diselesaikan secara damai setelah adanya mediator. Pungkasnya.

(N Juntak)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE