Penandatanganan fakta integritas dan komitmen bersama oleh Kajari dan pegawai Kejari Batam. (Foto N Juntak/Telisiknews)

Metrobatam.com, Batam – Jaksa di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, kini tidak bisa sembarangan menemui tamu atau orang yang berkunjung ke Kantor Kejari Batam.

Entah itu keluarga tersangka, pihak yang terkait dengan perkara yang sedang ditangani oleh kejaksaan, tamu dengan tujuan lain, atau bahkan wartawan sekalipun tak bisa lagi sembarangan bertemu jaksa.

“Sistem Zona Integritas dan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan Kejaksaan sudah berlaku sejak Januari lalu. Terkait dengan perkara yang sedang ditangani oleh kejaksaan, tamu dengan tujuan lain, atau bahkan wartawan sekalipun tak bisa lagi sembarangan bertemu jaksa,” ungkap Kasi Intel Kejari Batam, Robi, Rabu (6/3/2019).

Kejari Batam menerapkan Zona Integritas (ZI) ini menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan Kejaksaan.

Pencanangan program itu ditandai dengan penandatanganan fakta integritas dan komitmen bersama oleh Kajari dan pegawai Kejari Batam.

“Zona integritas WBK dan WBBM sudah kami tanda tangani bersama, untuk langkah pertama menuju zona kawasan bebas korupsi. Mulai dari lobby setiap tamu yang datang ke kantor wajib mengisi daftar tamu dan dan form blanko pengunjung,” kata Kajari Batam, Dedie Triharyadi.

Kepala Kejari (Kajari) Batam, Dedie Triharyadi juga mengatakan bahwa, pencanangan program tersebut sebagai awal permulaan pihaknya dalam menciptakan jaksa yang bersih dan transparan.

Aturan dan sistem baru tersebut sengaja diterapkan untuk meminimalisir pertemuan jaksa dengan pihak yang berkepentingan. Disamping itu untuk membatasi tamu -tamu yang berhubungan dengan jaksa yang menangani perkaranya.

“Kami juga siapkan loker untuk menaruh barang-barang yang dibawa serta memeriksa barang pengunjung,” ungkap Dedie.

(N Juntak)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE