Metrobatam, Jakarta – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengklaim selisih elektabilitas calon presiden petahana Jokowi – KH Ma’ruf Amin masih di kisaran 15-20 persen dari pasangan Prabowo – Sandiaga Uno. Ia mengaku merujuk hasil sejumlah lembaga survei yang secara berkala biasa merilis hasil sigi mereka.

“Kecuali dari lembaga survei yang tidak terdaftar di KPU yang hasilnya selalu beda,” kata Erick saat Blak blakan dengan detikcom.

Di sisa masa kampanye tersisa yang kurang dari dua bulan, dia melanjutkan, TKN akan kian gencar melakukan kampanye secara lebih total. Selain terus melakukan sosialisasi berbagai program pembangunan yang telah dan akan dilakukan Jokowi melalui media massan dan media sosial, juga melakukan kampanye door to door oleh para relawan.

Erick optimistis soliditas dukungan suara untuk Jokowi disejumlah daerah terjaga dengan baik. Bahkan di Jawa Barat yang pada pilpres 2014 kalah telak dari Prabowo, kali ini justru yang terjadi bakal mengejutkan.

Bagi Erick, munculnya kampanye hitam tiga orang ibu-ibu yang menyebut azan dan jilbab akan dilarang jika Jokowi-KH Ma’ruf menang menjadi sinyal ada yang khawatir dengan kekuatan pasangan nomor 01 di Jawa Barat.

“Dukungan suara di Jawa Timur, Jawa Tengah, Alhamdulillah bagus. Di Jawa Barat, jangan kaget kalo ada kejutan,” katanya.

Kejutan seperti apa dan apa dasar-dasar yang membuat hal itu bakal terwujud? Apa pula maksud ‘Perang Total’ yang akan dilakukan TKN dalam waktu kampanye yang tersisa kurang dari dua bulan ke depan?

Simak paparan selengkapnya di program Blak-blakan, Senin, 4 Maret 2019 pukul 13.00 WIB di detikcom. Jangan lewatkan! (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE