Addis Ababa – Maskapai Ethiopian Airlines langsung mengambil langkah tegas usai pesawat ET-AVJ yang merupakan tipe Boeing 737 MAX 8 jatuh. Pesawat tipe tersebut langsung dikandangkan.

Pernyataan itu disampaikan Ethiopian Airlines lewat Twitter resminya, Senin (11/3/2019). Tipe pesawat itu di-grounded sejak Minggu (10/3) kemarin.

“Meski kami belum tahu penyebab kecelakaan, kami telah memutuskan untuk mengandangkan pesawat tipe ini sebagai tindakan pencegahan keamanan ekstra,” demikian keterangan dari Ethiopian Airlines.

Ethiopian Airlines sudah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk melakukan investigasi. Boeing juga dilibatkan untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

Ini adalah kecelakaan kedua Boeing 737 MAX 8 dalam beberapa bulan terakhir usai jatuhnya Lion Air PK-LQP pada Oktober 2018. Perintah grounded tipe pesawat ini juga sudah dikeluarkan oleh otoritas China.

Regulator penerbangan sipil China pada Senin (11/3) ini meminta kepada maskapai domestik mereka untuk sementara waktu menghentikan operasi komersial semua pesawat Boeing 737-8. Permintaan mereka sampaikan sebagai buntut dari kecelakaan pesawat Boeing 737-800 milik Maskapai Ethiopian Airlines Minggu (10/3) kemarin.

Sebagai catatan, pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines yang mengalami kecelakaan Minggu kemarin mempunyai tipe yang sama dengan pesawat milik Lion Air yang jatuh di kawasan perairan Karawang pada 29 Oktober lalu.

“Mengingat dua kecelakaan tersebut melibatkan pesawat jenis yang sama dan terjadi saat lepas landas juga, mereka mempunyai beberapa derajat persamaan, maka keputusan ini diambil,” kata regulator penerbangan sipil China seperti dikutip dari Reuters, Senin (11/3).

Regulator tersebut menambahkan bahwa mereka akan mengambil langkah yang sesuai dengan prinsip penerbangan mereka; tidak ada toleransi bagi bahaya keselamatan. Pesawat Boeing 737 milik Maskapai Ethiopian Airlines mengalami kecelakaan Minggu (10/3) kemarin.

Pesawat bernomor ET 302 tujuan Nairobi tersebut jatuh di dekat Kota Bishoftu, 62 kilometer di tenggara ibukota Ethiopia, Addis Ababa. Maskapai Ethiopian Airlines mengatakan saat terbang, pesawat tersebut membawa 157 penumpang.

Mereka memastikan tidak ada satu pun penumpang maupun awak pesawat yang selamat dalam kecelakaan tersebut.

“Kami menginformasikan bahwa tidak ada penumpang selamat. Kami mengucapkan simpati dan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan,” katanya.

3 Maskapai Besar Tetap 737 MAX 8

Saat ini ada tiga maskapai besar dunia yang paling banyak menggunakan tipe pesawat Boeing 737 MAX 8. Ketiga maskapai tersebut adalah Southwest Airlines dan American Airlines yang keduanya merupakan maskapai asal Amerika Serikat, serta maskapai Kanada, Air Canada. Kepada Flight Global, Senin (11/3/2019), ketiga maskapai itu menyatakan akan terus melanjutkan operasional pesawat tersebut.

Menurut Penganalisa Armada Cirium, Southwest Airlines memiliki 34 unit pesawat Boeing MAX 8, American Airlines memiliki 24 unit dan Air Canada juga memiliki 24 unit pesawat Boeing tersebut.

“Hati kami tertuju pada keluarga dan orang-orang terkasih dari para penumpang dan kru di Ethiopian Airlines Flight 302,” demikian statemen Southwest seperti dilansir Flight Global.com, Senin (11/3/2019).

“Karena Southwest mengoperasikan armada 34 pesawat Boeing 737 MAX 8, kami telah melakukan kontak dengan Boeing dan akan terus mengikuti perkembangan investigasi. Kami tetap yakin dengan keselamatan dan kelaikan udara dari armada kami yang terdiri dari lebih dari 750 pesawat Boeing,” imbuh maskapai Amerika tersebut.

American Airlines dan Air Canada menyampaikan pernyataan senada untuk terus menggunakan jenis pesawat Boeing tersebut.

Pesawat Ethiopian Airlines tujuan Nairobi, Kenya jatuh pada Minggu (10/3) waktu setempat setelah beberapa menit lepas landas. Ini merupakan kecelakaan kedua yang melibatkan tipe pesawat Boeing 737 MAX 8. Sebelumnya, pesawat tipe yang sama milik maskapai Lion Air jatuh pada 29 Oktober 2018 setelah sekitar 12 menit lepas landas dari Jakarta. Keseluruhan penumpang dan kru yang berjumlah 189 orang tewas dalam tragedi itu. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE