Metrobatam, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menjamin gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo tidak akan otoriter. Penilaiannya itu bisa dilihat bahkan dari jadwal rapat terbatas (ratas) yang dilakukan Jokowi.

Menurut pengalamannya mendampingi Jokowi selama 4 tahun, JK menilai Jokowi jauh dari kata otoriter, meskipun dia dan para menteri sering direpotkan dengan rapat.

“Saya jamin pengalaman 4 tahun dengan Jokowi, beliau tidak kepikiran otoriternya, yang repot kita apa saja dirapatkan. Sampah aja dirapatkan, rapat dua-tiga kali, apalagi soal pertumbuhan. Kadang kadang Menkeu sibuk mencatat sampai lupa,” ujarnya dalam acara Economic Outlook 2018 yang diselenggarakan CNBC Indonesia di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Menurutnya dengan banyaknya rapat yang digelar Jokowi dengan para menterinya menunjukan bahwa Jokowi selalu ingin mengambil keputusan berdasarkan pemikiran bersama.

“Artinya beliau tidak pernah berpikir otoriter semua keputusan dia rapatkan. Kalau otoriter mana ada rapat oh ambil aja langsung keputusannya,” tambahnya.

Gaya pemerintahan itu dibandingkan JK dengan era Orde Baru yang dipimpin Soeharto. Di era Soeharto menurut JK lebih jarang menggelar rapat. Bahkan rapat hanya sebulan sekali. Berbeda dengan Jokowi yang kadang menggelar rapat 5 kali dalam seminggu.

“Kalau Pak Harto sebulan sekali rapat. Tiap Rabu itu tidak ekonomis sekali. Ini (era Jokowi) kadang kadang 5 kali seminggu. Tapi sekarang tidak karena beliau sering keluar daerah jadi aman aman saja kita sekarang agak santai,” candanya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE