Metrobatam, Cianjur – Sepenggal cerita tersisa saat kedatangan Capres Prabowo Subianto ke Cianjur pada Selasa (12/3/2019). Ketua Umum Partai Gerindra itu menaiki helikopter Bell 430 yang membawanya dari Hambalang, Bogor, dan mendarat di Lapang Prawatasari, Joglo, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Perjalanan berangkat dan pulang dari Gedung Assakinah, Prabowo menggunakan Toyota Vellfire berwarna hitam dengan nomor polisi B 264 RIS. Belakangan diketahui kendaraan itu dipinjamkan Chep Hernawan, ketua Gerakan Reformis Islam (GARIS) dan mengaku eks Presiden ISIS Indonesia.

“Iya itu mobil saya, karena sudah di-setingnya begitu. Jadi saat Pak Prabowo landing, mobil saya sudah standby. Dari lapangan itu ke gedung Assakinah, diiringi oleh massa begitu. Ada jutaan lah massanya, kayak acara 212 lah gitu,” ucap Chep melalui sambungan telepon, Rabu (13/2/2019).

Saat itu, Chep mengaku tidak satu mobil dengan Prabowo. Dia hanya mengiringi dari belakang dengan mobil pribadinya yang lain saat Prabowo berdiri dan membuka sunroof.

“Pak Prabowo berdiri naik ke sunroof, sementara di mobil Lexus saya juga ada sunroof. Jadi saya juga sama-sama berdiri mengiringi beliau,” kata Chep.

Di media sosial ada sejumlah netizen yang menyoroti Chep yang pernah membuat pengakuan kontroversial sebagai ‘Presiden’ ISIS Indonesia dan mengaku cukup mengenal beberapa petinggi ISIS. Terkait itu Chep sendiri mengaku sudah membuang-jauh soal statusnya itu.

Saat ini Chep menyatakan dirinya lebih dikenal oleh warga Cianjur sebagai pengusaha yang gemar melakoni kegiatan sosial di wilayah Cianjur. “Kemarin saya datang ke kampung yang kesulitan air. Ada 15, baru 7 yang saya buatkan sumur bor lengkap dengan pompa dan peralatan lainnya,” tutur Chep.

Soal pengakuannya yang kontroversial Chep menganggap hal itu sudah berakhir. “Ada bocoran anak-anak yang mengaku diberangkatkan (terkait ISIS) oleh saya, padahal saya sendiri tidak mengaku. Sudahlah yang dulu-dulu, isu negatif dulu sudah luntur. Sudah selesai. Kalau saya terjerat dengan isu teroris, saya pernah di BAP di Brimob di Polda. Nyatanya kan saya tidak pernah,” ucap Chep menegaskan.

TKN Singgung Karakter Pendukung

Ketua Gerakan Reformis Islam (GARIS), yang pernah mengaku sebagai ‘Presiden’ ISIS Indonesia, Chep Hernawan, mengakui meminjamkan mobil kepada Prabowo Subianto saat capres nomor urut 02 itu berkunjung ke Cianjur, Jawa Barat. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengatakan hal itu menunjukkan perbedaan pendukung Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandiaga.

“Dari segi karakter pendukung, jelas antara pendukung kami dengan pendukung pasangan 02 berbeda. Pendukung kami jelas-jelas memiliki karakter pemilih yang mengedepankan pandangan keagamaan yang lebih inklusif dan moderat. Kami memang lebih mengedepankan Islam washatiyah daripada kelompok eks HTI, FPI, bekas pendukung ISIS, dan lain sebagainya,” juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Ace pun menyayangkan Prabowo menerima bantuan pihak yang pernah terafiliasi dengan ISIS itu. Hal tersebut seolah menunjukkan eks Danjen Kopassus itu hanya memikirkan kepentingan elektoral.

“Hal ini menunjukkan pula bahwa Prabowo ini berpikirnya elektoral saja. Yang penting mendapatkan tambahan suara saja. Sangat pragmatis dengan mengesampingkan prinsip kemajemukan dan inklusivitas. Dia lebih mengakomodasi kepentingan semua kelompok asal mau memberi dukungan elektoral. Tak penting prinsip-prinsip politik kebangsaan yang dimilikinya.” tuturnya.

Politikus Golkar itu pun membantah dengan tegas ‘menggoreng’ isu dukungan Ketua GARIS yang mengaku eks Presiden ISIS itu. Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga menilai ada upaya mendiskreditkan Prabowo dengan peminjaman mobil oleh Ketua GARIS kepada Prabowo saat di Cianjur.

“Untuk apa kami menggoreng soal dukungan GARIS ini? Kami hanya ingin menunjukkan bahwa untuk soal dukungan politik, jelas kami memiliki garis diferensiasi dengan pendukung Prabowo-Sandi,” kata Ace.

Polemik peminjaman mobil Toyota Vellfire berwarna hitam dengan nomor polisi B-264-RIS oleh Ketua GARIS kepada Prabowo itu sebelumnya ramai disorot netizen. Mereka menyoroti Chep, yang pernah membuat pengakuan kontroversial sebagai ‘Presiden’ ISIS Indonesia dan mengaku cukup mengenal beberapa petinggi ISIS.

Chep kemudian mengakui memang telah meminjamkan mobilnya kepada capres nomor urut 02 itu. Namun dia membantah terlibat dengan ISIS.

“Ada bocoran anak-anak yang mengaku diberangkatkan (terkait ISIS) oleh saya, padahal saya sendiri tidak mengaku. Sudahlah yang dulu-dulu, isu negatif dulu sudah luntur. Sudah selesai. Kalau saya terjerat dengan isu teroris, saya pernah di-BAP di Brimob di Polda. Nyatanya kan saya tidak pernah,” Chep menegaskan.

BPN Prabowo-Sandiaga pun angkat bicara soal ini. BPN heran peminjaman mobil oleh Chep itu kemudian dikaitkan dengan dukungan ISIS kepada Prabowo. Menurut BPN, tudingan itu jelas tidak berdasar dan salah alamat. Apalagi, Chep juga telah menegaskan tak terkait dengan ISIS lagi.

“Tudingan itu jelas tidak berdasar dan salah alamat. Karena kalau memang betul yang meminjamkan mobil itu (Ketua Ormas GARIS) terlibat ISIS dan berbahaya, kenapa bebas berkeliaran tidak ditangkap oleh aparat?” ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Suhud Alynuddin. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE