Koalisi Sipil Ingatkan Kasus Novel Tak Dibawa ke Politik

Metrobatam, Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi meminta agar kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak dibawa ke ranah politik.

Salah satu perwakilan Koalisi, Shaleh Al Ghifari mengatakan saat ini banyak pihak yang menjadikan kasus Novel ini sebagai alat kampanye. Hanya saja dia tidak menyebutkan siapa pihak itu.

Read More

“Tendensi berbagai pihak menjadikan ini sebagai alat kampanye atau menyerang secara politik harus disudahi,” kata Shaleh di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/3).

Menurutnya, pengungkapan kasus ini jauh melampaui urusan perebutan kekuasaan politik dalam hal ini Pilpres 2019.

Senada, Kuasa Hukum Novel Baswedan Alghiffari Aqsa menegaskan pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan tidak terkait dengan pilpres.

Bahkan, ia menantang pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kasus penyiraman air keras kepada Novel ini sebagai isu politik, harus menunjukkan langkah penyelesaian yang konkret.

“Kami tegaskan kembali pengungkapan kasus ini tidak terkait pilpres jika ada yang ingin memanfaatkan sebagai isu politik, tunjukkan dengan konkret kasus ini bisa diselesaikan,” katanya.

“Ada tudingan dari kelompok bahwa kasus ini diangkat kembali diangkat ketika pilpres,” lanjut dia.

Adapun di peringatan 700 hari kasus penyiraman air keras itu, Novel tidak dapat ikut hadir. Pasalnya, Novel tengah menjalani perawatan lanjutan untuk kedua matanya yang terluka.

“Novel hari ini enggak bisa bergabung bersama kita semua karena beliau masih ada di Singapura untuk mengontrol kesehatan. Kurang-lebih pukul 17.30 WIB tadi beliau kabarkan bahwa kondisi mata kiri beliau makin baik. Untuk mata kanan beliau yang kemarin sempat kurang baik, hari ini dinyatakan sudah cukup stabil,” kata kuasa hukum Novel Arif Maulana.

Sejumlah pihak kerap kali menjanjikan pengusutan kasus penyiraman air keras. Salah satunya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyinggung soal kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Menurutnya penyelesaian kasus tersebut menjadi salah satu perhatian Prabowo-Sandi. Pasalnya sampai saat ini pelaku penyiraman air keras itu tak kunjung ditemukan.

Sementara Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga mengklaim pihaknya telah mendorong pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus Novel Baswedan.

“Kita dorong polisinya untuk mencari pelakunya, kita sudah dorong terus kok,” kata Arya saat ditemui di Posko Cemara, Menteng, Jakarta.

Lebih lanjut, Arya menyatakan selama ini Presiden Joko Widodo tak pernah menghalang-halangi pihak kepolisian untuk mengusut kasus Novel.

Ia menyatakan Jokowi bersama TKN telah berkomitmen untuk menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kita sudah sepakat untuk didorong terus, masa dihalang-halangi. Dorong terus. Kita minta supaya kepolisian mendorong terus, usut kasusnya,” kata dia.

Terpisah, Ketua Umum TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir enggan merespons lebih lanjut soal kasus Novel. Ia menyatakan kasus tersebut sudah menjadi ranah kepolisian dan KPK.

“Saya rasa isu-isu itu dari pihak kepolisian dan KPK sudah berbicara dan saya juga tidak mau berbicara isu itu, nanti KPK lah, polisi lah. Kita enggak mau,” kata Erick di Gedung High End, Jakarta. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts