Metrobatam.com, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga tampaknya bungkam atas kejadian yang menimpa nasib seluruh Jasa pelayanan (Jaspel) karyawan RSUD Dabo, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Dilansir dari Kepripedia.com, mantan Direktur RSUD Dabo, dr Asri Wijaya yang telah diposisikan menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan, P2KB Kabupaten Lingga menghindar.

Kisruh di internal RSUD Dabo, karyawan menuntut agar jaspel segera dibayarkan. Hal itu disampaikan juru bicara karyawan, dr Indra Jaya. Ia pun mengatakan permasalahan tersebut sudah dilaporkan kepada pihak berwajib.

“Sampai hari ini belum ada kejelasan, dan ini sudah masuk keranah hukum karena polisi sudah melakukan pemanggilan beberapa karyawan,” kata Indra.

Hingga Kamis 28 Februari 2019, sepeninggal dr Asri Wijaya dalam hitungan pekan. Titik terang nasib sejumlah karyawan RSUD Dabo belum terjawab.

Sekda Kabupaten Lingga, Juramadi Esram saat dihubungi melalui pesan singkat dan WhatsApp, Kamis (28/2/2019) sore, sekitar pukul 18.34 WIB, belum dapat memberikan keterangan.

Lebih jauh, menurut data yang diperoleh di lapangan, RSUD Dabo pada tahun 2018 memiliki anggaran BLUD sebesar Rp 6,3 miliar. Masa waktu pelaksanaan anggaran Oktober – Desember 2018.

Dalam table dibunyikan, deskripsi anggaran terbagi dalam tiga kategori : Belanja pegawai BLUD, belanja barang jasa BLUD dan belanja modal BLUD.

Sementara, untuk penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi / teknis kegiatan perkatoran Rp 1,2 miliar, plus tambahan anggaran Rp 830 juta untuk jasa administrasi keuangan.

Kedua anggaran tersebut sebagai honorarium PNS dan honorarium non PNS. Total keseluruhan anggaran mencapai Rp 8 miliar lebih.

Dalam table BLUD tahun 2017 sebelumnya juga disebutkan bahwa anggaran terbagi dalam belanja pegawai BLUD (Jasa Pelayanan) Rp 200 juta dalam 1 tahun (Januari – Desember).

Kemudian, belanja alat kedokteran umum dan belanja peralatan mesin Rp 47 juta. Dan yang terakhir, belanja barang dan Jasa BLUD Rp 600 juta 1 tahun. Total keseluruhan Rp 847 juta.

Jika dibandingakan dengan anggaran BLUD tahun 2017 silam. Tahun 2018 anggaran BLUD mengalami peningkatan secara signifikan sebesar Rp 7 miliar lebih.

Walaupun jumlah anggaran BLUD mengalami peningkatan, ironisnya pembayaran jaspel karyawan RSUD Dabo mengalami permasalahan yang diduga menyebabkan karyawan merasa gerah dan mengancam akan melakukan aksi mogok kerja.

Sementara itu, pihak Inspektorat Kabupaten Lingga melalui kepala Inspektur, Said Sudrajad saat dihubungi juga sama. Belum dapat memberikan keterangan atas tindak lanjut pengawasan dan audit untuk menelusuri anggaran jaspel. (Simarmata).

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE