Metrobatam, Jakarta – Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, masyarakat sudah lelah dengan isu mengenai calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Arya menduga masyarakat yang lelah atas isu ini akan membuat partisipasi pemilu 2019 menurun. “Masyarakat sudah lelah dengan isu Wowo Vs Wiwi,” kata Arya, di kawasan Ciputat, Rabu (27/2).

Antusiasme masyarakat masih bisa ditingkatkan lewat debat capres. Arya pun menyarankan debat capres selanjutnya pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno lebih mengembangkan gagasan-gagasan atau yang bersifat inovatif.

Isu yang bersifat inovatif ini menurutnya penting bagi para pemilih pemilu 2019. “Dan saya percaya isu tentang inovasi akan penting bagi pemilihnya,” ujar Arya.

Selain memaparkan isu-isu inovasi, Arya juga mengatakan isu ekonomi yang dikembangkan akan meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu 2019.

“Pilihan orang meningkat dari isu ekonomi, Kalo narasi ekonomi bisa dikembangkan dengan baik kemungkinan partisipasi juga meningkat,” katanya

Debat capres selanjutnya tak boleh mengulang dua debat sebelumnya. Arya berpendapat dua debat sebelumnya pada 17 Januari dan 17 Februari lalu lebih membicarakan isu-isu masa lalu. Tak ada inovasi yang ditawarkan oleh para kandidat.

“Para Capres berdebat dari isu-isu yang disebarkan pada 5 tahun lalu, sehingga kita tidak move on dari isu-isu masa lalu,” kata Arya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE