Metrobatam, Jakarta – Pengamat transportasi Darmaningtyas mengatakan solusi untuk mengatasi banjir di Tol Madiun adalah dengan memperlancar aliran sungai yang berada di sisi ruas jalan. Darmaningtyas menduga banjir tak terhindarkan karena perhitungan yang kurang saat ruas tol didesain.

“Yang diperbaiki sekarang justru sungainya agar ketika meluap, tidak sampai tinggi airnya. Jalan tolnya kan sudah kebangun nih, nggak mungkin lagi ditinggiin. Jadi yang dibenahi sungainya supaya saat banjir, alirannya cepat dan tidak tersendat,” kata Darmaningtyas kepada detikcom, Jumat (8/3/2019).

Dia berharap, pengelola tol dapat memperhitungkan kemungkinan banjir pada saat curah hujan tinggi dan debit air sungai naik. Darmaningtyas mengkritik desain jalan tol yang menurutnya kerap mengabaikan unsur sistem drainase.

“(Penyebab banjir) Kesalahan desain dalam memperkirakan debit air pada saat hujan. Ke depan itu sudah harus memperhitungkan debit air saat turun hujan. Pada umumnya pembangunan jalan tol kita ini jarang sekali dilengkapi drainase padahal kanan kirinya perbukitan,” ujar dia.

Selain perhitungan debit air sungai saat curah hujan tinggi yang salah, Darmaningtyas menuturkan kemungkinan minimnya komunikasi antara pihak yang mendesain jalan Tol Madiun dengan warga setempat.

“Mungkin juga kurang mendapat masukan dari masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar kan tahu apakah sungai itu sering banjir atau tidak, kalau banjir itu sebagaimana tingginya. Supaya tahu historinya sungai itu pernah banjir atau tidak, kalau pernah lalu berapa tingginya, itu harus komunikasi dengan warga. Itu mestinya jadi dasar perencanaan atau pembuatan desain,” terang Darmaningtyas.

Banjir memcapai 1 meter menggenangi ruas Tol Madiun di KM 603 hingga KM 604, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo. Kamis (7/3). Dugaan sementara Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sugihartanto, banjir tersebut diakibatkan adanya tanggul jebol karena tidak kuasa menahan tingginya debit air setelah diguyur hujan.

“Kita rapat supaya tahu persis penyebabnya apakah memang bisa saja curah hujan yang di luar normal atau karena ada saluran atau tanggul yang jebol,” kata Sugihartanto kepada wartawan di lokasi banjir, KM 603, Kamis petang.

Terkait penanganan jangka pendek, Bina Marga telah berkoordinasi dengan polisi jalan raya (PJR) untuk melakukan rekayasa arus lalu lintas. “Jadi kalau yang namanya bencana ya kita belum tahu penyebabnya. Nanti kita bertemu dengan teman-teman sumber daya air BBWS untuk membahasnya,” imbuhnya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara mendadak memanggil Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Gubernur berusia 53 tahun itu ingin menanyakan soal banjir sepanjang satu kilometer yang terjadi di ruas Tol Madiun.

“Ini kita tunggu kedatangan dari Dirjen Kementerian PUPR Terkait banjir Tol Madiun saat ini juga. Kita akan rapatkan,” kata Gubernur Khoffifah kepada wartawan di lokasi banjir. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE