Metrobatam, Jakarta – Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono memastikan peluncuran Obor Rakyat ‘Reborn’ batal. Obor Rakyat awalnya akan kembali diluncurkan hari ini di Gedung Juang, Jakarta Pusat.

“Acara peluncuran Tabloid Obor Rakyat (Obor Rakyat Reborn), yang sedianya akan dilakukan nanti malam, Jumat 8 Maret 2019, dibatalkan,” tulis Setiyardi lewat akun Facebook pribadinya, Jumat (8/1).

Saat dikonfirmasi melalui telepon, Setiyardi membenarkan pembatalan tersebut.

Menurut Setiyardi, seluruh katering yang sudah dipesan untuk acara peluncuran yang sedianya dilakukan Jumat malam akan diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan.

“Kepada teman-teman media, dan para undangan, yang sudah menyatakan kesediaan hadir, kami sungguh mengapresiasinya,” tuturnya.

Tak hanya itu, Setiyardi juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang telah membayar pesanan Tabloid Obor Rakyat. Ia memastikan akan memberikan kompensasi terhadap pemesan Obor Rakyat.

“Kami memohon maaf tak bisa mengirimkannya. Kami pastikan uang yang telah kami terima akan dikembalikan sepenuhnya,” katanya.

Lebih lanjut, Setiyardi menyebut kondisi dirinya dan awak redaksi Obor Rakyat saat ini baik-baik saja. Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut apakah ini terkait dengan kabar dicabutnya status cuti bersyarat penahannya atau tidak.

“Pemred Obor Rakyat dan seluruh awak redaksi saat ini dalam keadaan baik dan sehat,” kata Setiyardi.

Sebelumnya dalam akun Facebook yang sama, Setiyardi mengaku ragu akan bisa hadir pada malam peluncuran Obor Rakyat yang diselenggarakan di Gedong Juang, Veteran , Jakarta Pusat.

Hal ini lantaran Setiyardi mengklaim pemerintah membatalkan cuti bersyaratnya, yang membuat dirinya harus kembali mendekam di LP Cipinang. Namun meski begitu ia mengundang media untuk meliput acara peluncuran tersebut.

Pada 22 November 2017, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukum Setiyardi dan Redaktur Pelaksana Obor Rakyat, Darmawan Sepriyosa delapan bulan penjara.

Setiyardi dan Darmawan akhirnya menghirup udara bebas dari Lapas Cipinang, Jakarta, Kamis (3/1).

Kedua terpidana kasus pencemaran nama baik Presiden Jokowi pada Pilpres 2014 itu bebas usai mendapat cuti bersyarat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham.

TKN Jokowi Bicara Syarat Pers

Tabloid Obor Rakyat Reborn batal diluncurkan hari ini tanpa alasan jelas. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin berbicara soal kebebasan pers yang bertanggung jawab.

“Mungkin bukan soal Obor Rakyat, tetapi penggagas Obor Rakyat. Penggagas harus dapat melaksanakan kebebasan pers, namun tetap bertanggung jawab dan memenuhi syarat pers yang berkualitas setidaknya melalui check and recheck,” kata Wakil Ketua TKN Johnny G Plate kepada wartawan, Jumat (8/3).

Johnny enggak berkomentar banyak soal pembatalan peluncuran Obor Rakyat Reborn. Pemred Obor Rakyat, Setiyardi Budiono, tak menyampaikan alasan pembatalan tersebut.

Namun, disebutkan cuti bersyarat untuk Setiyardi dicabut Ditjen PAS, Kemenkum HAM karena dianggap membuat aktivitas yang meresahkan. Diketahui, Setiyardi divonis bersalah dan dihukum delapan bulan penjara atas penyebaran Obor Rakyat pada tahun 2014 yang sarat akan konten fitnah.

“Saya belum tahu persis apa yang menjadi alasan pembatalan peluncuran. Lebih baik menanyakan langsung pada manajemen Obor Rakyat Reborn,” ujar Johnny.

“Demikian juga saya belum mengetahui alasan pencabutan cuti bersyarat oleh Kemnkum HAM. Jika terkait pelanggaran terhadap syarat-syarat cuti bersyarat, maka tentu itu beralasan dan untuk mengatasinya tidak lain selain dari memenuhi semua syarat cuti bersyarat. Cuti bersyarat Ini masalah hukum, kami tentu tidak mencampurinya,” imbuh dia.

Diberitakan, Pemred Obor Rakyat Setiyardi menyatakan acara peluncuran Obor Rakyat Reborn malam ini dibatalkan. Alasan pembatalan masih misterius.

“Acara peluncuran Tabloid Obor Rakyat (Obor Rakyat Reborn!), yang sedianya akan dilakukan nanti malam, Jumat 8 Maret 2019, Dibatalkan,” demikian pernyataan Setiyardi melaluin akun Facebook-nya, hari ini. (mb/cnn indonesia/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE