Metrobatam, Jakarta – Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily heran dengan manuver-manuver Amien Rais. Bagi Ace, Ketua Dewan Kehormatan PAN itu sudah frustasi.

“Amien Rais terlihat makin hari makin frustasi, dengan semakin aktif menebar fitnah ke Pak Jokowi. Mulai dengan menyebut Pak Jokowi didanai pengembang sampai dengan menuduh ada kongkalikong dalam penanganan kasus kebakaran hutan,” kata Ace kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Ace mengatakan, sebagai Mantan Ketua Umum ormas Islam harusnya Amien Rais memberikan teladan dengan berbicara dengan data, bukan justru dipenuhi rasa benci kepada Jokowi. Karena, dia melanjutkan, bicara tanpa bukti atau data sama dengan melempar fitnah.

“Ini sudah sekian kali dilakukan Amien Rais. Kebencian Amien Rais pada Pak Jokowi seperti sudah berada di ubun-ubun. Sebagai sesama muslim, saya mengingatkan Pak Amien Rais untuk menjaga hati, menjaga ucapan,” ujar caleg Golkar dapil Jawa Barat II ini.

Ace meminta semua pihak menjaga demokrasi di Indonesia agar tidak menjadi arena untuk melempar fitnah. Ace menyinggung fitnah yang dilakukan elite BPN lainnya, yaitu Ustaz Tengku Zulkarnain.

“Apa yang dilakukan kubu 02 dengan menyebar fitnah dari pintu ke pintu, dari masjid-masjid ternyata dimulai dengan elitenya yang tidak bisa menjaga hati dan ucapan. Seperti Tengku Zulkarnain dengan mudahnya meminta maaf padahal apa yang disemburkan lewat ceramahnya dipercaya para pendukungnya. Hal yang sama berlaku pada Amien Rais. Amien Rais 11-12 dengan Tengku Zulkarnain,” pungkasnya.

Sumber Segala Sumber Nestapa Indonesia

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais kembali menyerang capres incumbent Joko Widodo (Jokowi). Amien menilai Jokowi sumber nestapa di Indonesia.

“Jadi saya akan akhiri ini, tapi kita waspadai kita kumpulkan kecurangan itu nanti kalau mereka menang curang, kita geruduk KPU dan presidennya. Sekarang ternyata hoax itu kan ujungnya Pak Kowi, jadi Mas Kowi sumber segala sumber nestapa Indonesia, jadi Insyaallah kita hadapi pelan-pelan,” kata Amien di Seknas Prabowo-Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

Dalam hal ini, Amien memberikan sebutan ‘Pak Kowi’ atau ‘Mas Kowi’ kepada Jokowi. Amien memberikan alasannya.

“Jadi kalau orang Indonesia, kalau Pak Soeharto, Pak Harto, Pak Sutarno, Pak Tarno, Kalau Jokowi, Pak Kowi,” ujar Amien.

Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini memberi rumus meraih kemenangan dalam kontestasi politik. Amien mengatakan salah satu caranya yakni bersikap nekat.

“Jadi saya akan beri tahu Anda rumus yang gampang. Dalam dunia politik orang bodoh kalah sama orang pinter, orang pinter kalah sama orang nekat. Kalau kita bela kebenaran dan keadilan, harus lebih nekat lagi. Istilahnya kalau orang Betawi, lu jual, gua borong total,” ujar Amien.

Dia juga bicara soal jihad untuk kebenaran. Dia mengajak para relawan yang hadir untuk berani jihad demi kebenaran.

Amien Rais juga menyanggupi apabila harus turun ke jalan untuk mencari kebenaran apabila ada indikasi kecurangan dalam Pemilu 2019.

“Ini Mbah Amien sudah 75 tahun kalo diajak people power insyaallah masih bisa. Dan jangan percaya sama survei abal-abal, dulu Ahok dikatakan pasti menang tapi kalah telak. Jadi survei itu seperti yang dikasih umpan, jadi abaikan. Dan jangan lupa berdoa. Kita punya Allah. Dan dalam kitab suci Al Quran itu kunci kemenangan itu jihad untuk kebenaran,” kata Amien.

“Di At taubah itu dikatakan bahwa Allah sudah buat transaksi jual beli antara Allah dengan anak cucu Adam. Mereka untuk menegakan keadalian mereka mananggung risiko kadang menang, kadang kalah, itu semua ada di kitab taurat, injil dan quran. Jadi orang bergama jangan takut sama jihad itu,” sambungnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE