Metrobatam, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menegaskan Indonesia memiliki cukup dana untuk realisasi program Kartu Pra-kerja. Program tersebut diyakini tidak akan menganggu jumlah utang Indonesia.

“Saya kira tidak (menganggu jumlah utang). Toh selama ini kan juga kita tahu bahwa banyak sekali program-program pendidikan dan pelatihan yang sudah dilaksanakan misalnya oleh Kementerian Tenaga Kerja,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (7/3/2019).

Ace menjelaskan program Kartu Pra-Kerja bukan hal yang mustahil untuk mengembangkan sumber daya manusia. Politikus Golkar ini khawatir jika tak ada upaya seperti itu Indonesia akan tertinggal dari negara lain.

“Jadi itu semua telah dihitung oleh Pak Jokowi bahwa program ini bukanlah sesuatu yang mustahil bisa kita lakukan dalam rangka kita ingin mengembangkan sumber daya manusia yang siap pakai dan bisa berdaya saing dengan negara-negara lain,” jelas Ace.

“Kalau kita tidak ada upaya seperti itu, bisa-bisa nanti kita akan ketinggalan dengan negara-negara lain. Apa lagi kita sudah menyepakati perjanjian perdangangan bebas dan perjanjian bahwa negara lain boleh menjadi pekerja di tempat kita, kita pun juga boleh bekerja di tempat seperti Asian Trade itu kan. Jadi menurut saya kita optimis dan skemanya sudah dibahas secara serius oleh Pak Jokowi,” imbuhnya.

Ace kembali menegaskan bahwa uang negara mencukupi untuk program tersebut. Ia menyebut anggaran Program Kartu Pra-Kerja bisa dibebankan ke APBN.

“Kata siapa kita nggak punya uang? Kita punya uang kok. Ya sekali lagi itu yang saya katakan bahwa kalau 5 tahun pertama Pak Jokowi diarahkan pada infrastruktur, maka 5 tahun yang kedua atau periode yang kedua akan diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia. Jadi termasuk skema APBN pun itu bisa diambil untuk kepentingan itu,” tuturnya.

Menurut Ace, program ini merupakan model kemitraan yang dibangun pemerintah dengan dunia usaha. Ace pun meminta agar tak khawatir soal pendanaan Kartu Pra-kerja.

“Jadi menurut saya tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Dulu orang juga khawatir dengan misalnya, dengan program Kartu Indonesia Pintar, uangnya dari mana? Buktinya sekarang bisa berjalan, ya kan? Dulu orang juga khawatir dengan misalnya, dengan BPJS, uangnya dari mana? Buktinya sekarang bisa. Ini tergantung dari political will dan prorgam kerja apa mau kita arahkan untuk pembangunan indonesia ke depan ini gitu,” pungkas Ace. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE