Metrobatam.com, Tanjungpinang – Walikota Tanjungpinang Syahrul, meresmikan Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Tanjungpinang Kepulauan Riau di Jalan Ir. Sutami. Senin (11/3/19).

ULP ini awalnya bergabung di Kantor UP3 PLN Tanjungpinang. GM PLN Riau/Kepulauan Riau Irwansyah Saputra dalam sambutannya mengatakan, sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di Tanjungpinang Kota, akhirnya PLN bisa mewujudkan kantor ULP pada hari ini.

“Kami berikhtiar untuk kelistrikan di Kepulauan Riau 100 persen bisa teraliri seluruhnya pada tahun ini,” katanya.

PLN, kata Irwansyah, memiliki kendala mengaliri listrik di daerah terpencil seperti di pulau yang saat ini masih ada menggunakan mesin diesel.

“Kendala kami memang di daerah pulau untuk listrik menggunakan operator diesel. Kami berupaya menyelesaikannya di tahun ini,” ungkapnya.

Walikota Tanjungpinang Syahrul, usai meresmikan ULP ini mengapresiasi kinerja PLN yang saat ini selangkah lebih maju dalam bidang pelayanan.

Ia berharap pelayanan terhadap pelanggan dapat berjalan lebih optimal dengan adanya ULP Tanjungpinang Kota ini.

Mantan Wakil Walikota Tanjungpinang ini juga akan mengupayakan kembali pengajuan ke pihak UP3 PLN Tanjungpinang terkait permintaan masyarakat Tanjungpinang khususnya pelanggan kurang mampu yang saat ini belum mendapatkan aliran listrik subsidi.

“Kita akan jembatani pelanggan yang saat ini belum mendapatkan listrik subsidi. Ini penting dan akan kita ajukan kembali yang belum sempat terdata,” katanya.

Menanggapi hal itu, Manager UP3 PLN wilayah Tanjungpinang Bintan Fauzan menuturkan, untuk mendapatkan pelayanan aliran listrik subsidi itu adalah kewenangan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang yang memiliki data masyarakat kurang mampu.

“Dari Pemko nanti baru kita proses. Tetapi, sampai saat ini listrik subsidi masih terus berjalan bagi pelanggan 450 Kwh dan sebagian pelanggan 900 Kwh yang bertanda R di meterannya,” tuturnya.(Budi Mb)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE