Washington DC – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menutup pintu untuk kedatangan 16 warga Arab Saudi yang diyakini memiliki peran dalam pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi. Pengumunan larangan masuknya warga Saudi itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo saat pemerintahan Presiden Donald Trump menghadapi tekanan dari Kongres AS terkait responsnya terhadap pembunuhan Khashoggi.

Khashoggi dikenal kerap mengkritik rezim Saudi dan kebijakan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Ia tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018. Pembunuhan itu diyakini dilakukan oleh sebuah tim beranggotakan 15 agen Saudi yang dikirim dari Riyadh. Jenazah Khashoggi belum juga ditemukan hingga kini.

Dilansir AFP, Selasa (9/4/2019), pernyataan Departemen Luar Negeri AS menyebutkan individu-individu yang dimaksud telah dijatuhi sanksi di bawah pasal 7031(c) Undang-undang Departemen Luar Negeri, Operasi Asing dan Alokasi Program Terkait Tahun 2019. Nama-nama individu itu tidak disebut lebih lanjut.

“Dalam kasus di mana Menteri Luar Negeri memiliki informasi kredibel bahwa para pejabat pemerintahan asing telah terlibat dalam korupsi atau pelanggaran HAM berat yang signifikan, individu-individu itu dan anggota keluarga terdekat mereka, tidak berhak masuk ke Amerika Serikat,” demikian bunyi pasal tersebut.

“Aturan hukum ini mewajibkan Menteri Luar Negeri untuk secara publik atau secara privat, menyebut para pejabat tersebut dan anggota keluarga terdekat mereka,” imbuh pasal tersebut.

Diketahui bahwa sebelumnya Departemen Luar Negeri AS mencabut visa milik belasan pejabat Saudi dan membekukan aset 17 warga Saudi lainnya. Hal itu dilakukan terhadap individu-individu yang diyakini turut berperan dalam pembunuhan Khashoggi.

Otoritas Saudi telah mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulat mereka di Istanbul, setelah sempat berulang kali menyangkal. Setelah sempat menyangkal, otoritas Saudi menyebut operasi itu dilakukan oleh agen-agen yang tidak bisa dikendalikan.

Badan Intelijen Amerika Serikat atau CIA dalam laporannya menyatakan bahwa MBS kemungkinan memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Pada Desember lalu, Senat AS, setelah mengikuti briefing tertutup dari Badan Intelijen Pusat (CIA), mengadopsi resolusi yang isinya menyatakan MBS sebagai pihak yang ‘bertanggung jawab’ atas pembunuhan Khashoggi. Namun Trump menolak untuk mengambil posisi tegas secara publik.

Sedikitnya 11 terdakwa di Saudi telah didakwa atas pembunuhan Khashoggi. Otoritas Saudi tetap bersikeras untuk menangani sendiri kasus Khashoggi dan menolak seruan ekstradisi yang dilontarkan otoritas Turki.

Pelaporan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, yang memimpin penyelidikan internasional atas kasus Khashoggi menyebut pembunuhan itu sebagai ‘pembunuhan brutal dan terencana, yang direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat negara Arab Saudi’. Penyelidikan internasional itu dimulai Januari lalu dan laporan resminya akan dirilis Juni mendatang. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Meski Kalah Suara, TKN Pastikan Jokowi Bangun Aceh dan Sumbar

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'rus Amin, Hasto Krisiyanto mengklaim pembangunan di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap akan dilakukan...

PAN Buka Kemungkinan Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum PAN...

KPU: Hingga Kamis, Anggota KPPS Meninggal 225 Orang, 1.470 Sakit

Metrobatam, Jakarta - Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) meninggal dunia bertambah menjadi 225. Selain itu, sebanyak 1.470 anggota KPPS dilaporkan sakit....

Liga Spanyol: Getafe Vs Madrid Berakhir Imbang

Getafe - Getafe menjamu Real Madrid dalam lanjutan LaLiga. Kedua tim bermain imbang tanpa gol. Bermain di Coliseum Alfonso Perez, Jumat (26/4/2019) dinihari WIB,...

Banjir dan Tanah Longsor Landa Afrika Selatan, 70 Orang Tewas

Kwazulu Natal - Afrika Selatan dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur di sepanjang pantai timur. Lebih dari 70 orang dilaporkan...

Nasib Pencoblos 20 Suara Pilpres untuk 02 Ditentukan Pekan Depan

Metrobatam, Kampar - Bawaslu Kampar, Riau, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus pencoblosan 20 kertas suara Pilpres untuk paslon 02. Setelah itu,...

Ini Isi Percakapan WA Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon-Said Iqbal

Metrobatam, Jakarta - Ahli forensik digital, Saji Purwanto menunjukan percakapan WhatsApps antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon dan Said Iqbal. Isi percakapan menunjukan Ratna...

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Sekjen-sekjen parpol yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendatangi KPU RI. Kedatangannya kali ini mempertanyakan terkait...

MK Tegaskan PNS Koruptor Harus Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diberhentikan secara tidak hormat. Putusan itu menjawab...

Dinas PU Riau: 45 Baut Hilang di Jembatan Siak IV Sudah Diganti

Metrobatam, Pekanbaru - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau sudah memasang baut baru di jembatan Siak IV. Puluhan baut sebelumnya dicuri. "Baut yang kita pesan sudah...

Kontak Senjata di Aceh, Polisi Tembak Mati Pimpinan KKB

Metrobatam, Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dusun...

BPN Klaim Kemenangan 80%, Bara Hasibuan: Bertentangan dengan Quick Count

Metrobatam, Jakarta - Waketum PAN Bara Hasibuan mengkritik Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, yang mengklaim jagoannya seharusnya bisa menang...