Metrobatam, Jakarta – Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memilih people power ketimbang ke Mahkamah Konstitusi (MK) seandainya ada kecurangan Pemilu. Bawaslu menyebut pihaknya memiliki fungsi pengawasan hingga penindakan pelanggaran selama proses pemilu.

“Bawaslu itu diciptakan dan dibentuk dalam rangka untuk melakukan fungsi pengawasan dan pencegahan serta penindakan selama proses ini, jadi itu bukanlah sebuah lembaga yang bukan hanya sekedar ada, tapi memiliki peran,” ujar anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar saat dihubungi detikcom, Minggu (31/3).

Fritz mengatakan undang-undang telah mengatur mekanisme apabila terjadi berbagai jenis pelanggaran. Dia menyebut, tugas MK nantinya mengurus gugatan sengketa hasil suara.

“Kalau di MK kan hanya fokus kepada sengketa hasil suara,” kata Fritz.

“Undang-undang telah mengatur mekanisme bagaimana apabila ada pelanggaran terjadi baik itu pelanggaran etik, administrasi ataupun itu perselisihan mengenai hasil suara itu dibawa ke MK. Itu adalah mekanisme yang secara konstitusional yang telah dibentuk oleh undang-undang, mekanisme tersebut sudah disediakan apa bila ada kompelen-komplen yang terjadi selama proses, dan setiap tahapan itu ada mekanisme keberatannya,” sambungnya.

Fritz mengatakan saat ini Bawaslu siap menerima laporan yang masuk terkait pelanggaran pemilu. Sehingga menurutnya, apabila terjadi pelanggaran diharapkan dapat melaporkan sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Sekarang saja Bawaslu siap menerima apabila ada komplain yang dilakukan oleh peserta pemilu terhadap proses. Jadi apabila ada sesuatu yang terjadi ya gunakanlah mekanisme yang ada,” tuturnya

Sebelumnya, Amien mengatakan Apel Siaga Umat 313 digelar untuk mencegah kecurangan pemilu. Ketua Dewan Kehormatan PAN mengancam akan menggerakkan massa bila terjadi kecurangan.

“Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Nggak ada gunannya, tapi kita people power, people power sah,” kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3).

Amien mengatakan akan menggerakkan masa secara demokratis. Dia menjamin tidak ada kekerasan bila nantinya massa memprotes keputusan KPU.

“Bukan revolusi, kalau revolusi ada pertumpahan darah. Ini tanpa sedikit pun darah tercecer, people power akan digunakan,” jelasnya.

Bicara Kekecewaan

Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo berbicara soal kekecewaan Amien selaku Bapak Reformasi.

“Pak Amien itu Bapak Reformasi. MK, KPU model sekarang, Bawaslu bahkan Polri model sekarang yang posisinya sangat tinggi dan berkuasa itu, semuanya adalah hasil reformasi,” kata Dradjad kepada wartawan, Senin (1/4/2019).

“Mereka diharapkan menjadi penjaga gawang demokrasi, politik yang bersih dan penegakan hukum yang adil. Wajar jika Pak Amien kecewa berat jika mereka justru jauh dari harapan itu,” imbuh Dradjad.

Dia lantas mengungkit soal tanggapan KPU-Bawaslu soal temuan belasan juta data DPT yang menurutnya janggal. Soal people power, dia memandang Amien Rais hanya memberi peringatan kepada lembaga-lembaga yang lahir dari proses reformasi.

“Respons KPU dan Bawaslu terhadap kasus 17,5 juta suara yang mencurigakan dalam DPT juga menambah kekecewaan tersebut. Yang disampaikan Pak Amien itu adalah peringatan keras terhadap lembaga-lembaga yang dilahirkan atau diperkuat oleh reformasi. Reformasi itu lahir dari ketidakpuasan rakyat, antara lain karena ketidakadilan. Jadi Pak Amien berpesan, jangan main-main dengan rakyat,” sebut Dradjad.

Lebih jauh, dia mengatakan saat ini banyak fakta kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan kekuasaan untuk memenangkan calon tertentu. Menurutnya, itu dilakukan oknum dari setiap tingkatan.

“Saking masifnya, jangan-jangan penggunaan kata oknum malah keliru. Lihat saja betapa banyaknya uang negara yang dihabiskan untuk mendongkrak elektabilitas calon tertentu. Bungkusnya macam-macam,” ucap Dradjad.

“Lihat saja praktik politik uang dan politik bingkisan. Syukurlah KPK berhasil menangkap tangan politisi yang korupsi untuk membiayai serangan fajar. Itu pun hanya puncak gunung es saja. Lihat saja betapa sewenang-wenangnya oknum aparat hukum di berbagai tempat. Pisaunya super tajam ke satu sisi, super tumpul ke sisi lain,” imbuh dia. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Meski Kalah Suara, TKN Pastikan Jokowi Bangun Aceh dan Sumbar

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'rus Amin, Hasto Krisiyanto mengklaim pembangunan di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap akan dilakukan...

PAN Buka Kemungkinan Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum PAN...

KPU: Hingga Kamis, Anggota KPPS Meninggal 225 Orang, 1.470 Sakit

Metrobatam, Jakarta - Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) meninggal dunia bertambah menjadi 225. Selain itu, sebanyak 1.470 anggota KPPS dilaporkan sakit....

Liga Spanyol: Getafe Vs Madrid Berakhir Imbang

Getafe - Getafe menjamu Real Madrid dalam lanjutan LaLiga. Kedua tim bermain imbang tanpa gol. Bermain di Coliseum Alfonso Perez, Jumat (26/4/2019) dinihari WIB,...

Banjir dan Tanah Longsor Landa Afrika Selatan, 70 Orang Tewas

Kwazulu Natal - Afrika Selatan dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur di sepanjang pantai timur. Lebih dari 70 orang dilaporkan...

Nasib Pencoblos 20 Suara Pilpres untuk 02 Ditentukan Pekan Depan

Metrobatam, Kampar - Bawaslu Kampar, Riau, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus pencoblosan 20 kertas suara Pilpres untuk paslon 02. Setelah itu,...

Ini Isi Percakapan WA Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon-Said Iqbal

Metrobatam, Jakarta - Ahli forensik digital, Saji Purwanto menunjukan percakapan WhatsApps antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon dan Said Iqbal. Isi percakapan menunjukan Ratna...

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Sekjen-sekjen parpol yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendatangi KPU RI. Kedatangannya kali ini mempertanyakan terkait...

MK Tegaskan PNS Koruptor Harus Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diberhentikan secara tidak hormat. Putusan itu menjawab...

Dinas PU Riau: 45 Baut Hilang di Jembatan Siak IV Sudah Diganti

Metrobatam, Pekanbaru - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau sudah memasang baut baru di jembatan Siak IV. Puluhan baut sebelumnya dicuri. "Baut yang kita pesan sudah...

Kontak Senjata di Aceh, Polisi Tembak Mati Pimpinan KKB

Metrobatam, Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dusun...

BPN Klaim Kemenangan 80%, Bara Hasibuan: Bertentangan dengan Quick Count

Metrobatam, Jakarta - Waketum PAN Bara Hasibuan mengkritik Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, yang mengklaim jagoannya seharusnya bisa menang...