Bandar Sabu Eks Anggota DRPD Langkat Dituntut Hukuman Mati

Metrobatam, Lhokseumawe – Ibrahim Hasan alias Hongkong, eks anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara, dituntut hukuman mati terkait kasus sabu. Selain itu, 8 jaringan Ibrahim dituntut hukuman mati.

Sebagaimana dikutip dari website PN Kuala Simpang, Selasa (23/4/2019), jaksa menuntut Ibrahim dengan hukuman mati. Ibrahim dituntut melanggar Pasal 114 ayat 2 UU No 35/2009 tentang Narkotika.

Read More

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ibrahim Hasan Alias Hongkong berupa pidana mati,” tuntut jaksa dalam salinan Nomor perkara: 405/Pid.Sus/2018/PN Ksp.

Jaksa juga meminta majelis hakim untuk menyita barang bukti sabu milik Ibrahim seberat 70-an kg. Hongkong bersama delapan terdakwa lain disidangkan di Pengadilan Negeri Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh. Mereka didakwa dalam berkas perkara terpisah.

Adapun 8 terdakwa jaringan Ibrahim yang juga dituntut mati dan seumur hidup adalah:

  1. Rinaldi Nasution Alias Naldi (Nomor Perkara: 408/Pid.Sus/2018/PN Ksp).
  2. Abdul Rahman (Nomor Perkara: 401/Pid.Sus/2018/PN Ksp).
  3. Joko Susilo (Nomor Perkara: 407/Pid.Sus/2018/PN Ksp).
  4. Ibrahim Ahmad (Nomor Perkara: 404/Pid.Sus/2018/PN Ksp).
  5. Ibrahim Alias Jampok (Nomor Perkara: 406/Pid.Sus/2018/PN Ksp).
  6. Firdaus Bin Sulaiman Alias Daus (Nomor Perkara: 403/Pid.Sus/2018/PN Ksp).
  7. Syafwadi (Nomor Perkara: 409/Pid.Sus/2018/PN Ksp).
  8. Amat Atib (Nomor Perkara: 402/Pid.Sus/2018/PN Ksp). (Tuntutan Seumur Hidup)

Diberitakan sebelumnya, Ibrahim Hasan ditangkap oleh petugas BNN bersama enam rekannya di perairan Selat Malaka, Sumut, Minggu (19/8/2018). Ada sebelas orang yang ditangkap dalam kasus ini dan barang bukti 105 kilogram sabu serta 30 ribu pil ekstasi yang disita dalam pengungkapan kasus ini.

“Di samping narkotika jenis sabu, di dalam tiga karung juga ditemukan enam bungkus narkotika jenis ekstasi dengan logo daun berwarna biru berjumlah kurang-lebih 30 ribu butir dengan kualitas sangat baik,” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari kepada detikcom, Senin (20/8/2018). (mb/detik)

Loading...

Related posts