Caleg Gagal Berulah, Bawaslu: Mestinya Dewasa Terima Kenyataan

Metrobatam, Jakarta – Sejumlah caleg gagal di beberapa daerah berulah dengan melampiaskan kekecewaannya kepada masyarakat. Bawaslu meminta semua pihak untuk menahan diri.

“Semua harus bisa menahan diri dan saling mengingatkan,” kata anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin lewat pesan singkat, Minggu (28/4/2019) malam.

Read More

Afif mengatakan setiap caleg harus bersikap dewasa. Apapun hasil Pemilu 2019 harus diterima secara arif.

“Ya mestinya sama-sama dewasa dan menerima situasi baik menang ataupun kalah. Ini soal kedewasaan menerima kenyataan dalam perhelatan pemilu,” ujar Afif.

Berdasarkan pemberitaan detikcom hingga Minggu (28/4/2019), para caleg gagal ini berasal dari berbagai lokasi.

Salah satunya terjadi di Maluku Utara. Caleg DPR RI dari Partai NasDem bernama Ahmad Hattari dikabarkan Antara nyaris diamuk massa usai salat Jumat di Masjid Nurul Bahar, Kelurahan Tomalu, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Jumat (20/4) kemarin. Bantuan berupa karpet mesjid bahkan dikembalikan oleh warga.

Di Cimahi, Jawa Barat, seorang caleg DPRD Kota Cimahi dari Partai Gerindra berinisial YH menarik kembali bantuan untuk warga, setelah dia mengetahui kekalahannya di Pileg 2019.

Bantuan itu berupa 1 barel aspal yang akan digunakan untuk membangun jalan di Kompleks Puri Cipageran 1 Blok H2, RT 2 RW 28, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Di Sorong, Papua Barat, seorang caleg DPR RI meminta warga setempat mengosongkan lahan miliknya. Diduga, ‘pengusiran’ itu dilatarbelakangi kekalahan si caleg.

‘Pengusiran’ itu terjadi di pesisir Pantai Kimindores, Kota Sorong, Papua, Minggu (28/4). Perintah mengosongkan lahan itu tertulis di sebuah papan yang ditancapkan, bunyinya, “Bagi yang tempati pantai Kimindores segera dikosongkan batas waktu akhir bulan ini.” (mb/detik)

   
Loading...

Related posts