Kuala Lumpur – Kepolisian Malaysia menangkap seorang pria bergelar Tan Sri dan istrinya terkait dugaan penganiayaan terhadap tiga pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia. Tindak penganiayaan itu memaksa tiga PRT Indonesia ini melarikan diri dan melapor ke polisi setempat.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Kamis (4/4/2019), Asisten Komisioner Kepolisian Kajang, Ahmad Dzaffir Mohd Yussof, menyatakan pasangan suami-istri itu ditangkap pada Rabu (3/4) pagi sekitar pukul 08.00 waktu setempat, setelah mendatangi kantor Kepolisian Kajang.

Identitasnya kedua majikan yang ditangkap tidak diungkap lebih lanjut ke publik.

Namun diketahui bahwa Tan Sri merupakan gelar federal paling senior kedua, di bawah Tun. Tan Sri juga menjadi sebutan kehormatan yang digunakan untuk penerima gelar kehormatan Panglima Mangku Negara (PMN) dan Panglima Setia Mahkota (PSM). Gelar Tan Sri dianugerahkan oleh Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong. Istri seorang Tan Sri diketahui memiliki gelar Puan Sri.

Dituturkan Ahmad Dzaffir bahwa pasangan itu telah dibawa ke pengadilan Kajang untuk pengajuan perintah penahanan. “Hakim Nor Afidah Idris mengabulkan perintah penahanan selama 9 jam untuk pasangan itu yang berakhir pukul 17.00 waktu setempat,” sebutnya.

“Kami sedang menyelidiki kasus ini di bawah pasal 13 Undang-Undang (UU) Antiperdagangan Manusia dan Antipenyelundupan Migran 2007 untuk perdagangan manusia dengan cara kekerasan,” imbuh Ahmad Dzaffir.

Sebelumnya dilaporkan bahwa tiga PRT yang berusia antara 25-41 tahun itu melarikan diri dari rumah majikannya di kawasan kelas atas di Country Heights, Kajang, yang berjarak 23 kilometer dari Kuala Lumpur. Mereka disebut kabur dengan memanjat pagar lalu dibantu seorang pria yang tidak mereka kenal, yang bersedia membawa mereka ke Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia.

Disebutkan juga bahwa ketiganya telah bekerja pada majikan mereka, masing-masing, selama tujuh tahun, empat tahun dan enam bulan. Identitas ketiga PRT asal Indonesia itu tidak diungkap lebih lanjut ke publik.

Kepada polisi, ketiga PRT itu mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari majikan mereka. Ketiganya mengklaim dipukul dan ditampar oleh majikan mereka. Gaji dan paspor tiga PRT itu juga ditahan oleh majikan mereka. Ketiganya dilaporkan telah dikirimkan ke sebuah tempat aman di suatu lokasi. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Meski Kalah Suara, TKN Pastikan Jokowi Bangun Aceh dan Sumbar

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'rus Amin, Hasto Krisiyanto mengklaim pembangunan di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap akan dilakukan...

PAN Buka Kemungkinan Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum PAN...

KPU: Hingga Kamis, Anggota KPPS Meninggal 225 Orang, 1.470 Sakit

Metrobatam, Jakarta - Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) meninggal dunia bertambah menjadi 225. Selain itu, sebanyak 1.470 anggota KPPS dilaporkan sakit....

Liga Spanyol: Getafe Vs Madrid Berakhir Imbang

Getafe - Getafe menjamu Real Madrid dalam lanjutan LaLiga. Kedua tim bermain imbang tanpa gol. Bermain di Coliseum Alfonso Perez, Jumat (26/4/2019) dinihari WIB,...

Banjir dan Tanah Longsor Landa Afrika Selatan, 70 Orang Tewas

Kwazulu Natal - Afrika Selatan dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur di sepanjang pantai timur. Lebih dari 70 orang dilaporkan...

Nasib Pencoblos 20 Suara Pilpres untuk 02 Ditentukan Pekan Depan

Metrobatam, Kampar - Bawaslu Kampar, Riau, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus pencoblosan 20 kertas suara Pilpres untuk paslon 02. Setelah itu,...

Ini Isi Percakapan WA Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon-Said Iqbal

Metrobatam, Jakarta - Ahli forensik digital, Saji Purwanto menunjukan percakapan WhatsApps antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon dan Said Iqbal. Isi percakapan menunjukan Ratna...

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Sekjen-sekjen parpol yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendatangi KPU RI. Kedatangannya kali ini mempertanyakan terkait...

MK Tegaskan PNS Koruptor Harus Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diberhentikan secara tidak hormat. Putusan itu menjawab...

Dinas PU Riau: 45 Baut Hilang di Jembatan Siak IV Sudah Diganti

Metrobatam, Pekanbaru - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau sudah memasang baut baru di jembatan Siak IV. Puluhan baut sebelumnya dicuri. "Baut yang kita pesan sudah...

Kontak Senjata di Aceh, Polisi Tembak Mati Pimpinan KKB

Metrobatam, Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dusun...

BPN Klaim Kemenangan 80%, Bara Hasibuan: Bertentangan dengan Quick Count

Metrobatam, Jakarta - Waketum PAN Bara Hasibuan mengkritik Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, yang mengklaim jagoannya seharusnya bisa menang...