Metrobatam, Jakarta – Sebagai pecinta olahraga ekstrem, di antaranya surfing dan snorkeling, laut tak terpisahkan dari kehidupan Hamish Daud. Isu-isu lingkungan membuatnya prihatin, apalagi ia sangat ingin mengenalkan keindahan laut pada putrinya yang baru lahir pada Februari lalu, Zalina Raine Wyllie.

“Saya besarnya di laut. Saya besarnya di Sumba sama di Bali. Saya udah pernah lihat indahnya laut, dan dalam 30 tahun saya lihat kerusakannya. Jadi saya nggak tega kalau anak saya sampai nggak bisa lihat keindahannya,” kata Hamish saat dijumpai dalam acara Press Conference WASI ‘Upaya Pemecahan 3 Rekor Guinness World of Records’ di JCC Senayan, Sabtu (6/4/2019).

Ia memulai sebuah gerakan baru bernama Indonesia Ocean Pride sebagai bentuk kepeduliannya kepada lingkungan khususnya pengurangan sampah plastik di laut. Plastik merupakan salah satu sampah yang sering ditemukan mengotori laut.

Plastik itu kan nggak mungkin hilang. Plastik itu kan dibikin untuk lasting forever. Jadi kenapa nggak pake single use sedotan, karena itu kalau nyampai ke lautan itu butuh 150 tahun untuk pecah-pecah, dia nggak hilang, dia jadi microplastic,” kata suami penyanyi Raisa Andriana ini.

Microplastic, lanjutnya, bisa dimakan dan masuk ke dalam perut ikan. Siklus ini berlanjut hingga ke manusia, saat kita memakan ikan yang terpapar microplastic. Hamish ini berpendapat sangat mungkin untuk munculnya penyakit-penyakit baru yang sebelumnya belum ada.

Ketimbang hutan, bagi Hamish lungs of the world atau paru-paru dunia adalah lautan. Apalagi, 70 persen bagian bumi adalah laut dan membuat lebih banyak oksigen daripada pohon-pohon melalui terumbu karang.

“Yang bikin lebih banyak oksigen daripada pohon-pohon adalah terumbu karang dengan single cell organisms. Single cell organisms itu seperti ada di plankton ada sistem dengan fotosintesis yang nyerap karbon dioksida dan menjadikan oksigen. Kalau kita rusakin lautan ya kita akan rusakin satu bumi kita,” pungkasnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...