Ini Cara Deteksi Intel ala Prabowo

Metrobatam, Jakarta – Capres Prabowo Subianto punya cara sederhana untuk mendeteksi intel. Dia mengaku bisa membedakan antara intel dan pendukungnya di kampanye.

Hal ini terlontar saat Prabowo kampanye di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2019) kemarin. Awalnya Prabowo berbicara soal netralitas TNI-Polri di Pilpres 2019.

Read More

Mantan Danjen Kopassus ini lalu membeberkan cara dia mendeteksi intel yang tengah mengawasi kampanyenya.

“Ini intel-intel ini kelihatan juga wajah intel ini. Tahu nggak dari mana? Tahu nggak dari mana? Mau tahu nggak?” kata Prabowo saat kampanye.

Prabowo membedakan intel dengan orang biasa dari gelagatnya. Menurutnya, bahkan intel tidak akan ikut di saat pendukung yang ada di lokasi tertawa.

“Jadi gini. Saya tahu ia intel kalau begini, saya kasih suatu ucapan puluhan ribu ketawa, orang ini, ya penyusup lah kira-kira, nah coba ini senyum semua ini… kalau petugas nggak boleh senyum, memang dia bertugas,” katanya.

“Tapi kalau ada di situ pakai topi 02, kaus 02 semua ketawa selapangan. Berapa ratus ribu ini? Semua ketawa ada tiga orang (yang tidak tertawa nah itu dia intelnya),” sambung Prabowo.

Sementara Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Mar’ruf, Ace Hasan Syadzily ketika menanggapi Prabowo yang berjanji menurunkan tarif listrik untuk pelanggan 450 dan 900 VA hingga 20%, menurutnya Prabowo ketinggalan.

“Mereka salah itu, mereka itu baru ngomong kita sudah berbuat. Karena tarif listrik 450 sudah mendapat subsidi dari pemerintah,” ujarnya kepada detikFinance, Rabu (10/4/2019).

Dia melanjutkan, pelanggan 450 VA merupakan masyarakat berpenghasilan rendah. Sebab itu, pemerintah memberi bantuan berupa subsidi.

“Karena 450 itu adalah hampir kebanyakan mereka kelompok berpenghasilan rendah. Segmen masyarakat yang sudah mendapatkan subsidi energi yang diberikan oleh pemerintah yang sekarang,” ujarnya.

“Jadi oleh karena itu menurut saya mereka belum terjadi, kita sudah berbuat. Ketinggalan zaman mereka, ketinggalan informasi, rakyat kecil sudah merasakan,” tambahnya.

Dia mengatakan, rendahnya tarif untuk golongan 450 VA dapat dilihat dari tarifnya.

“Jadi tarif berpenghasilan rendah dibuktikan kWh itu memberikan subsidi dari negara,” tutupnya. (mb/detik)

Loading...

Related posts