Jokowi Prediksi Semburan Isu untuk Gerus Suara Makin Marak

Metrobatam, Jakarta – Calon presiden petahana Joko Widodo memprediksi dalam dua pekan ke depan akan banyak isu yang disemburkan agar masyarakat tak memilih dirinya dan Ma’ruf Amin. Pemilihan presiden maupun legislatif pada 17 April mendatang tinggal menyisakan waktu 14 hari lagi.

“Jadi dalam dua minggu ini akan banyak isu yang disebar, disemburkan. Dalam rangka untuk apa? Agar enggak memilih Jokowi dan Kiai Haji Ma’ruf Amin. Tujuannya hanya itu saja,” kata Jokowi kepada pendukungnya di GOR Bung Hatta, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (2/4).

Read More

Jokowi mengingatkan masyarakat berhati-hati dengan kabar bohong alias hoaks, fitnah, hingga hasutan yang disebarkan lewat media sosial maupun dari pintu ke pintu. Ia meminta masyarakat tak percaya dengan hoaks dan fitnah yang sengaja disebarkan itu.

Mantan wali kota Solo itu menyebut hoaks dan fitnah yang disebarkan belakangan ini bukan lagi tentang Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurutnya, hoaks PKI sudah tak dipakai karena dirinya terus-menerus membantah dalam beberapa bulan terakhir.

Jokowi mengatakan hoaks yang dipakai untuk menyerang dirinya dan Ma’ruf Amin adalah soal larangan azan, penghapusan pelajaran agama, hingga melegalkan zinah jika dirinya terpilih dalam Pilpres 2019. Jokowi membantah hoaks tersebut.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu lantas mengajak para pendukungnya serta para ulama untuk membantu meluruskan bila mendengar hoaks dan fitnah tersebut di lingkungannya masing-masing. Jokowi mengatakan bahaya bila hoaks tersebut tak dilawan bersama-sama.

“Kalau bapak ibu sekalian mendengar, jawab, diluruskan. Saya juga mohon kepada para ulama ini bisa diluruskan, bahaya sekali isu seperti ini,” tuturnya.

Pilih Baju Putih

Jokowi meminta agar masyarakat mengajak saudara hingga rekannya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing pada 17 April mendatang. Ia tak ingin ada masyarakat yang tak memilih alias golput.

“Semuanya jangan ada ketinggalan berbondong-bondong ke TPS,” kata Jokowi.

Calon presiden 01 itu juga meminta masyarakat untuk memakai pakaian serba putih saat datang ke TPS. Menurut Jokowi, pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan dicoblos adalah pasangan yang menggunakan baju putih di kertas suara.

“Untuk mengingatkan saja pakai baju putih, ingatnya yang baju putih saja,” ujarnya.

Selesai melakukan pidato Jokowi bersama istrinya Iriana Jokowi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Ngawi Budi Sulistiyono melakukan simulasi mencoblos kertas suara yang hanya bergambar wajah Jokowi-Ma’ruf. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts