Metrobatam, Sorong – Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalani agenda kampanye yang padat. Dia mengaku tidak pernah merasa lelah.

Hal itu disampaikan Jokowi saat berkampanye di Aimas Convention Centre, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (1/4/2019) malam. Jokowi menjelaskan kegiatannya sepanjang hari itu.

“Saya dari subuh jam 5 tadi, besok pagi-pagi subuh sudah ke Sumsel ke Palembang. Tapi saya sekali lagi tidak pernah merasa capek karena ini untuk negara, untuk rakyat semuanya,” kata Jokowi.

Jokowi pun bertanya soal postur tubuhnya. Dikatakan Jokowi, jika dia terlihat gemuk, itu karena kesan dari baju yang dia kenakan.

“Bapak-Ibu lihat, saya semakin kurus atau semakin gemuk? Kalau saya kelihatan gemuk coba lihat itu bajunya saja. Kalau pengen gemuk bajunya saya gedein dikit,” katanya.

Jokowi juga memuji kehadiran pendukungnya dalam kampanye yang berlangsung di Kota Sorong nyaris tengah malam itu. Untuk diketahui, kampanye di Kota Sorong tersebut baru dimulai pukul 23.00 WIT.

“Saya menghargai, saya sangat menghormati Bapak-Ibu sekalian yang sudah menunggu di jam 11 lebih di tempat yang berbahagia ini,” katanya.

Untuk diketahui, sejak pagi tadi Jokowi menjalani kegiatan kampanye di Jayapura, Papua. Malam harinya dia menyambangi Kota Sorong, Papua Barat. Pada hari sebelumnya, Jokowi berkampanye di Makassar, Gowa, dan Manado.

Jangan Takut-takuti Rakyat

Menanggapi pernyataan Ketua Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais, yang mengatakan akan mengerahkan people power jika ada kecurangan dalam Pilpres 2019, Jokowi menegaskan jangan ada pernyataan yang menakut-nakuti rakyat.

“Jangan menekan dengan cara menakut-nakuti rakyat, pemerintah!” kata Jokowi saat ditemui wartawan seusai kampanye di Aimas Convention Centre, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (1/4/2019).

Jokowi mengatakan ada mekanismenya jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran dalam Pilpres 2019. Dugaan itu bisa dilaporkan ke Bawaslu hingga kepolisian jika ditemukan unsur pidana.

“Semuanya ada mekanismenya. Ada UU-nya, ada aturan hukumnya. Kalau dianggap atau mendengar ada kecurangan, silakan laporkan ke Bawaslu. Kan ada mekanismenya,” kata Jokowi.

“Pemilunya saja belum, kok sudah teriaknya seperti itu. Kalau ada kecurangan, silakan dilaporkan ke Bawaslu. Kalau ada unsur pidana, laporkan ke polisi. Mekanismenya kan itu,” imbuh Jokowi.

Jokowi mengatakan yang namanya pesta demokrasi harus diisi dengan semangat kegembiraan, bukan ancaman yang membuat rakyat takut.

“Ini pesta demokrasi. Harusnya senang, gembira. Jangan menakut-nakuti orang yang sedang gembira,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, Amien mengatakan Apel Siaga Umat 313 digelar untuk mencegah kecurangan pemilu. Ketua Dewan Kehormatan PAN itu mengancam akan menggerakkan massa bila terjadi kecurangan. Amien mengatakan akan menggerakkan massa secara demokratis. Dia menjamin tidak ada kekerasan bila nantinya massa memprotes keputusan KPU.

“Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Nggak ada gunanya, tapi kita people power, people power sah,” kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3).

“Bukan revolusi, kalau revolusi ada pertumpahan darah. Ini tanpa sedikit pun darah tercecer, people power akan digunakan,” jelasnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...