Sumber Foto : Telisiknews)

Metrobatam.com, Batam – Rumah permainan atau house games, itulah nama sementara tempat gelanggang permainan (Gelper) yang diduga berbau judi. House games ini telah beroperasi tanpa memiliki izin resmi dari pihak terkait.

Alhasil, Gelper ini pun disikat oleh pihak keamanan Polresta Barelang pada tanggal 1 Desember 2018 lalu. Tarigan house games ini terletak daerah Kios Pasar Pagi samping Pasar Induk Kota Batam.

Empat orang digaruk dan disidangkan sebagai terdakwa diantaranya: Jhon Sakon sebagai pengawas, Ika Agustin sebagai Wasit, Eddy Ardian dan Bobby Sinulingga selaku pemain Gelper.

Dalam keterangan terdakwa Jhon Sakon dalam persidangan mengatakan bahwa, usaha Gelper itu pemiliknya adalah Steven warga negara Singapura dan bukan Tarigan.

“Gelper itu miliknya Steven warga Singapura, sedangkan Jon Tarigan hanya perantara dan saya hanya pengawasnya,” kata Jhon Sakon Ginting kepada majelis hakim yang diketuai Setyanto Hermawan, Senin (1/4/2019).

Berkasnya terpisah, selain Jhon Sakon disidangkan, terdakwa Ika Agustin dan Eddy Ardian dan Bobby Sinulingga juga merasakan duduk di kursi pesakitan.

Terdakwa Jhon Sakon membeberkan kepada majelis hakim, bahwa Gelper tempat ia bekerja belemu memiliki izin sama.

“Izinya belum ada Yang Mulia. Steven pernah bilang pada saya, enggak apa-apa buka saja, izinnya nyusul karena masih dalam pengurusan. Kemudian soal nama tempat beli ada juga, “Tarigan House Games” hanya namanya sementara saja,”tegas Jhon Sakon.

Selanjutnya, terdakwa Jhon mengaku dirinya digaji Steven Rp 50 ribu perhari, sedangkan Ika Agustin sebagai wasit, digaji Rp100 ribu perharinya.

Saat ditanya hakim soal gaji yang diterima terdakwa Jhon Sakon, “kamu ini pengawas, kenapa gaji wasit lebih besar dari pengawas?,” tanya hakim Setyanto.

“Yang Mulia, bahwa Rp50 ribu itu uang makan saja. Selain itu, saya dapat 25 persen dari keuntungan setiap bulan setelah disetorkan pada Steven,” tutur Jhon Sakon.

Terkait dugaan perjudian di House Games ini, terdakwa Jhon Sakon menerangkan bahwa pemain yang memiliki poin atau nilai tinggi bisa ditukarkan ke uang. Hal yang sama juga dijelaskan oleh terdakwa Ika Agustin, jika ingin bermain game, pemain harus mengisi nilai kredit ke mesin game dengan cara membelinya ke wasit. Ungkap mereka.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Immanuel Beha mengatakan bahwa perbuatannya terdakwa Jhon Sakon dan Ika Agustin diancam pidana pasal 303 Ayat (1) ke-1 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, atau kedua Pasal 303 ayat (1) ke-2 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara untuk terdakwa Eddy Ardian dan Bobby Sinulingga, keduanya diancam pidana Pasal 303 ayat (1) ke-3 KUHP, atau kedua Pasal 303 Jo pasal 303 Bis ayat (1) ke-2 KUHP. Pungkas JPU Immanuel Beha.

(N Juntak)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Meski Kalah Suara, TKN Pastikan Jokowi Bangun Aceh dan Sumbar

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'rus Amin, Hasto Krisiyanto mengklaim pembangunan di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap akan dilakukan...

PAN Buka Kemungkinan Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum PAN...

KPU: Hingga Kamis, Anggota KPPS Meninggal 225 Orang, 1.470 Sakit

Metrobatam, Jakarta - Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) meninggal dunia bertambah menjadi 225. Selain itu, sebanyak 1.470 anggota KPPS dilaporkan sakit....

Liga Spanyol: Getafe Vs Madrid Berakhir Imbang

Getafe - Getafe menjamu Real Madrid dalam lanjutan LaLiga. Kedua tim bermain imbang tanpa gol. Bermain di Coliseum Alfonso Perez, Jumat (26/4/2019) dinihari WIB,...

Banjir dan Tanah Longsor Landa Afrika Selatan, 70 Orang Tewas

Kwazulu Natal - Afrika Selatan dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur di sepanjang pantai timur. Lebih dari 70 orang dilaporkan...

Nasib Pencoblos 20 Suara Pilpres untuk 02 Ditentukan Pekan Depan

Metrobatam, Kampar - Bawaslu Kampar, Riau, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus pencoblosan 20 kertas suara Pilpres untuk paslon 02. Setelah itu,...

Ini Isi Percakapan WA Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon-Said Iqbal

Metrobatam, Jakarta - Ahli forensik digital, Saji Purwanto menunjukan percakapan WhatsApps antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon dan Said Iqbal. Isi percakapan menunjukan Ratna...

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Sekjen-sekjen parpol yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendatangi KPU RI. Kedatangannya kali ini mempertanyakan terkait...

MK Tegaskan PNS Koruptor Harus Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diberhentikan secara tidak hormat. Putusan itu menjawab...

Dinas PU Riau: 45 Baut Hilang di Jembatan Siak IV Sudah Diganti

Metrobatam, Pekanbaru - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau sudah memasang baut baru di jembatan Siak IV. Puluhan baut sebelumnya dicuri. "Baut yang kita pesan sudah...

Kontak Senjata di Aceh, Polisi Tembak Mati Pimpinan KKB

Metrobatam, Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dusun...

BPN Klaim Kemenangan 80%, Bara Hasibuan: Bertentangan dengan Quick Count

Metrobatam, Jakarta - Waketum PAN Bara Hasibuan mengkritik Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, yang mengklaim jagoannya seharusnya bisa menang...