Metrobatam, Lebak – Petugas KPPS di Lebak, Banten, Jumri meninggal karena kelelahan selama proses hitung suara. Sempat izin untuk salat subuh saat penghitungan C1 sampai Kamis (18/4) pagi di TPS 19 Warunggunung, Jumri kemudian meninggal saat sedang sujud.

“Seperti itu keterangan yang disampaikan divisi SDM KPU Lebak. Almarhum anggota KPPS dan meninggal di hari pertama,” kata Komisioner KPU Banten Rohimah saat dikonfirmasi detikcom dari Serang, Senin (22/4/2019)

Total, sejauh ini ada 3 petugas pesta demokrasi meninggal di Banten. Masing-masing petugas KPPS di Tangsel dan Lebak, dan seorang Linmas di Kabupaten Tangerang.

Per hari ini, menurut Rohimah, juga ada 20 laporan petugas penyelenggara Pemilu di Banten yang dirawat baik di rumah sakit dan klinik akibat kelelahan atau kecelakaan. Sebagian ada yang sudah pulang dan beraktivitas kembali.

Untuk petugas KPPS Lebak yang meninggal, pihak komisioner KPU Banten rencananya akan menjenguk keluarga yang ditinggalkan. Dua komisioner akan datang saat pemungutan suara ulang (PSU) 4 TPS di sana.

Di samping itu, KPU Banten juga masih menunggu mekanisme KPU RI terkait pemberian donasi atau santunan kepada petugas yang meninggal dan sakit. Apakah melalui patungan seluruh petugas KPU seluruh Banten atau akan disampaikan langsung oleh pusat.

“Kita menunggu teknis, yang jelas kita siap melakukan metode yang mana. Inginnya lebih cepat,” pungkasnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE