Metrobatam, Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz meminta semua pihak tak asal menuduh pihaknya berbuat curang hanya karena ada kesalahan input data pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

Menurut dia, dalam Situng diunggah dua jenis data, yakni hasil pindai C1 dan input manual data C1. Jika ada kejanggalan data yang diinput manual, bisa dicek silang dengan pindai C1.

“Kalau misalnya ada jajaran kami yang mau melakukan kecurangan ya ininya (C1) diubah-ubah dulu dong. Lah Kan ini tidak diubah, mikir gitu kalau yang mau bilang curang,” tegas Viryan saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (24/4).

Viryan menyebut hingga saat ini tercatat ada 105 kesalahan input data. Sebanyak 26 kesalahan diketahui dari laporan masyarakat, sementara 79 sisanya merupakan temuan dari KPU.

Ia juga menjelaskan dari jumlah itu sudah ada 64 kesalahan yang diperbaiki. Sebanyak 41 kesalahan masih dalam proses perbaikan.

“Langsung diperbaiki setiap kami ketahui. Kan KPU juga tidak mau biarkan, kalau KPU membiarkan tidak perbaiki, bisa melanggar kode etik kami,” ucap dia.

Viryan juga membantah kesalahan input data menguntungkan salah satu pasangan calon. Ia menegaskan kesalahan input data terjadi dalam penghitungan suara kedua paslon. Namun, ia enggan membeberkan rincian data untuk mencegah polemik.

“Mari mengikuti proses hasil penghitungan suara ini dengan waras,” tutur Viryan. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE