Metroabatam, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan sekaligus silaturahim dengan sejumlah ulama dan kiai di Pondok Pesantren Riyadhul Alliyah, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (7/4). Dalam kesempatan tersebut, Luhut yang juga ketua Tim Bravo 5 pendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 mengklarifikasi sejumlah hoaks yang santer menyerang Jokowi sebagai petahana.

“Mereka minta penjelasan mengenai berita hoaks itu, jadi ya saya jelasin sama beliau ini. Semua, mulai dari utang, China, ekonomi. Segala macam, itu saja. Saya hanya klarifikasi bahwa itu tidak betul,” kata Luhut kepada CNNIndonesia.com usai bertemu ulama, Minggu (7/7)

Pemerintahan yang saat ini dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata dia, memang kerap diterpa isu negatif. Jokowi sering dianggap sebagai antek-antek asing dan menyebabkan utang Indonesia kepada negara lain semakin besar.

Luhut mengaku datang karena diundang oleh kiai dan ulama Bogor dan Sukabumi. Ia mengklaim sering datang ke pesantren untuk bertemu ulama sejak dulu, bukan baru belakangan ini.

“Dari dulu saya dari zaman Gus Dur, orang karena media sekarang diramai-ramaikan padahal dari dulu saya gitu. Hanya orang kadang tafsirkan aneh-aneh. Jangan buruk sangkalah, silaturahmi itu perlu dirawat,” kata Luhut.

Imbauan Luhut merespons gaduhnya jagat media sosial tentang dirinya yang dituding melakukan praktik jual-beli suara dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura, beberapa waktu lalu. Luhut sendiri telah menyampaikan klarifikasi, bahwa ia sengaja menjenguk Kiai Zubair yang dikabarkan tengah mengalami masalah kesehatan.

Luhut mengaku sebagai tamu yang dijamu dan disambut hangat, dirinya hanya dapat membalas dengan memberi bisyaroh sekadarnya untuk membantu pengobatan Kiai Zubair.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, salah satu Pimpinan Ponpes Riyadhul Aliyah Kyai Abbas Ma’ruf menjelaskan hal serupa. Mereka mengundang Luhut untuk meminta penjelasan soal hoaks yang menerpa Jokowi.

Abbas menilai klarifikasi diperlukan agar hoaks tidak terus tersebar di kalangan masyarakat. Menurutnya ulama dan kiai merespons positif klarifikasi Luhut. Bahkan akan meneruskan klarifikasi tersebut kepada santri.

“Harus (kami sampaikan ke Santri), itu kewajiban kami untuk jelaskan apa yang kami lihat dan kami rasakan,” kata Abbas.

Lebih lanjut, Abbas menjelaskan tidak ada pembahasan politik secara spesifik. Luhut hanya membahas politik secara keseluruhan.

“Beliau mohon doa supaya pemerintahan yang akan datang, siapapun itu, ya kita dukung dan tidak ada perpecahan di antara bangsa. (Politik) Secara keseluruhan beliau jelaskan, tidak (spesifik),” kata Abbas. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...