Memakan Korban, Sekertaris PDI – P Tanjungpinang Minta Pemerintah Evaluasi Penyatuan Pileg dan Pilpres

Sekertaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang, Agus Djurianto, SH

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Sekertaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang, Agus Djurianto, SH mengapresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan Pemilu serentak 17 April tahun 2019 lalu di Kota Tanjungpinang.

Agus juga membenarkan bahwa PDI Perjuangan berhasil meraih suara tertinggi di Kota Tanjungpinang berdasarkan penghitungan data C 1 yang dilakukan oleh Internal PDI – P.

Read More

“Alhamdulillah kami sudah 92 persen, kita dapat 5 kursi lebih untuk Kota Tanjungpinang,” ungkap Agus saat menelpon media ini, Kamis (25/4) malam.

Tetapi, Agus juga meminta Pemerintah mengevaluasi penyelenggaraan Pemungutan Suara baik itu Pemilihan Legislatif (Pileg) hingga Pilpres yang menghabiskan waktu yang panjang. Sehingga berdasarkan data ada sekitar 139 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia.

Tidak hanya itu, ada juga anggota Polri dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang mengembuskan nafas terakhir saat mengamankan jalannya pemilu.

Beragam penyebab yang mengiringi kepergian mereka untuk selamanya. Namun, mayoritas para petugas itu diduga mengalami kelelahan karena panjangnya rangkaian proses pemungutan suara.

“Penyatuan Pileg dan Pilpres Ini perlu dievaluasi jangan pemilihan berhasil, tetapi berjatuhan korban dan itu tidak lanjutnya seperti apa ?, jangan mereka dibiarkan saja,” harapnya.

Disamping itu, Agus juga menginginkan rekrutmen KPPS harus juga dievaluasi. Jangan yang belum berpengalaman dijadikan KPPS. Karena pelatihan yang singkat. Sehingga banyak terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kota Tanjungpinang.

“Jangan anak-anak yang baru tamat sekolah dijadikan KPPS. Ini yang kemarin terjadi, adanya Pemungutan Suara Ulang,” tutupnya. (Budi Mb)

Loading...

Related posts