Metrobatam, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) memenangkan gugatan arbitrase yang diajukan oleh Indian Metal Ferro & Alloys Limited (IMFA) di Den Haag, Belanda.

Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan dengan keluarnya putusan itu, pemerintah telah menyelamatkan uang negara sebesar US$469 juta atau kurang lebih setara dengan Rp6,68 triliun.

“Putusan tersebut menolak gugatan yang diajukan oleh IMFA sehingga telah memenangkan posisi pemerintah Indonesia,” kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Senin (1/4).

Tak hanya memenangkan Indonesia, dikatakan Prasetyo, putusan tersebut juga menghukum IMFA untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan selama proses persidangan kepada Indonesia sebesar US$ 2,9 juta dan 361.247 poundsterling.

Gugatan tersebut diajukan oleh IMFA kepada Indonesia pada 24 Juli 2015. Kasus bermula saat IMFA membeli PT SRI yang memiliki izin pertambangan batu bara di Barito Timur, Kalimantan Tengah seharga US$8,7 juta.

Namun, ternyata izin usaha pertambangan (IUP) yang dimiliki PT SRI di lahan seluas 3.600 hektare tersebut tidak clean and clear (CnC), karena tumpang tindih dengan tujuh perusahaan lain. Atas hal itu, IMFA pun merasa dirugikan dan akhirnya mengajukan gugatan.

IMFA juga menuntut ganti rugi kepada pemerintah Indonesia. Berdasarkan perhitungan pendapatan yang hilang, IMFA menuntut ganti rugi sebesar US$469 juta.

Prasetyo menuturkan dalam proses persidangan majelis arbiter menerima bantahan dari Indonesia. Bantahan yang disampaikan adalah bahwa masalah tumpang tindih izin tersebut sudah terjadi sebelum IMFA masuk.

“Pemerintah Indonesia sebagai negara rumah tidak bisa dipersalahkan, karenanya arbitrase menolak gugatan ganti rugi IMFA,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, kemenangan tersebut membuat pemerintah Indonesia telah mencegah terjadinya kerugian negara.

“Kalau kita gagal atau kalah, kita harus bayar Rp8,2 triliun plus ongkos perkara,” ucap Sri.

Apalagi, sambungnya, putusan arbiter tersebut juga mengharuskan IMFA membayar biaya yang dikeluarkan selama proses arbitrase kepada Indonesia. Dana tersebut, menurut Sri akan dijadikan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak.

“Mendapatkan penggantian biaya perkara atau dalam hal ini award on cost, jadi tadi disampaikan pak jaksa agung, sebesar US$2,9 juta plus 361.247 poundsterling, ini setara Rp42,2 miliar plus Rp6,7 miliar, jadi hampir Rp 50 miliar sendiri. Saya senang dana Rp 50 miliar ini masuk sebagai PNBP Kejaksaan Agung,” tutur Sri. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Meski Kalah Suara, TKN Pastikan Jokowi Bangun Aceh dan Sumbar

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'rus Amin, Hasto Krisiyanto mengklaim pembangunan di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap akan dilakukan...

PAN Buka Kemungkinan Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum PAN...

KPU: Hingga Kamis, Anggota KPPS Meninggal 225 Orang, 1.470 Sakit

Metrobatam, Jakarta - Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) meninggal dunia bertambah menjadi 225. Selain itu, sebanyak 1.470 anggota KPPS dilaporkan sakit....

Liga Spanyol: Getafe Vs Madrid Berakhir Imbang

Getafe - Getafe menjamu Real Madrid dalam lanjutan LaLiga. Kedua tim bermain imbang tanpa gol. Bermain di Coliseum Alfonso Perez, Jumat (26/4/2019) dinihari WIB,...

Banjir dan Tanah Longsor Landa Afrika Selatan, 70 Orang Tewas

Kwazulu Natal - Afrika Selatan dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur di sepanjang pantai timur. Lebih dari 70 orang dilaporkan...

Nasib Pencoblos 20 Suara Pilpres untuk 02 Ditentukan Pekan Depan

Metrobatam, Kampar - Bawaslu Kampar, Riau, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus pencoblosan 20 kertas suara Pilpres untuk paslon 02. Setelah itu,...

Ini Isi Percakapan WA Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon-Said Iqbal

Metrobatam, Jakarta - Ahli forensik digital, Saji Purwanto menunjukan percakapan WhatsApps antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon dan Said Iqbal. Isi percakapan menunjukan Ratna...

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Sekjen-sekjen parpol yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendatangi KPU RI. Kedatangannya kali ini mempertanyakan terkait...

MK Tegaskan PNS Koruptor Harus Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diberhentikan secara tidak hormat. Putusan itu menjawab...

Dinas PU Riau: 45 Baut Hilang di Jembatan Siak IV Sudah Diganti

Metrobatam, Pekanbaru - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau sudah memasang baut baru di jembatan Siak IV. Puluhan baut sebelumnya dicuri. "Baut yang kita pesan sudah...

Kontak Senjata di Aceh, Polisi Tembak Mati Pimpinan KKB

Metrobatam, Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dusun...

BPN Klaim Kemenangan 80%, Bara Hasibuan: Bertentangan dengan Quick Count

Metrobatam, Jakarta - Waketum PAN Bara Hasibuan mengkritik Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, yang mengklaim jagoannya seharusnya bisa menang...