Metrobatam, Jakarta – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bagaikan hantu-hantu bagi musuh negara. Kopassus, kata dia, tanpa perlu mencari nama telah terkenal seantero penjuru dunia.

“Ingatlah kalian adalah Legenda, tanpa perlu mencari nama. Kalian sudah terkenal seantero penjuru dunia. Kalian bagaikan hantu-hantu bagi musuh negara,” kata Hadi dalam sambutannya saat memimpin puncak acara peringatan HUT ke-67 Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (24/4).

Namun ia mengingatkan bahwa prajurit Kopassus juga manusia biasa sehingga tak boleh takabur. “Jangan lupa untuk selalu berlindung kepada Sang Pencipta dalam setiap langkah menjadi,” ujarnya.

Hadi dalam kesempatan itu juga mengingatkan para prajurit Kopassus agar bisa menjaga profesionalisme dalam bekerja. Apalagi, kata dia, saat ini tantangan yang datang semakin besar seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju.

“Tantangan di masa mendatang tidak semakin ringan. Teknologi terus berkembang. Demikian pula dengan taktik dan teknik kemiliteran. Terus tingkatkan profesionalisme kalian,” kata Hadi.

Panglima lulusan Akademi Angkatan Udara 1986 itu juga berharap para prajurit Kopassus bisa meningkatkan kreativitas dan bersikap inovatif dalam setiap tugas yang dia jalankan. Tak hanya itu, Hadi juga ingin agar Kopassus bisa menjadi prajurit dengan level setingkat dengan prajurit internasional.

“Jadilah pasukan khusus yang adaptif dan inovatif dalam berbagai tuntutan tugas. Jadilah Pasukan Khusus yang berkelas dunia,” kata dia.

Meski memiliki harapan tinggi, Hadi juga mengingatkan agar prajurit Kopassus bisa tetap rendah hati. Dia juga ingin agar para prajurit Kopassus bisa berbaur dengan masyarakat. “Tetaplah rendah hati dan berjiwa besar, dekat dan menyatu dengan rakyat,” kata .

Rangkaian puncak kegiatan HUT ke-67 Kopassus dimeriahkan oleh sejumlah penampilan dari para prajurit. Mereka unjuk kemampuan, dari mulai beladiri, olahraga, hingga seni mempertahankan diri.

Sederet jenderal hadir dalam acara yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB tersebut. Mereka antara lain mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto, mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Mulyono, Hendropriyono, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Sementara itu Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat HUT ke-67 Kopassus melalui video berdurasi 51 detik yang diputar dalam acara tersebut.

Jokowi Kirim Ucapan via Video

Presiden Joko Widodo atau karib disapa Jokowi mengirimkan ucapan selamat kepada segenap keluarga Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-67. Ucapan selamat itu dikirimkan Jokowi melalui sebuah video berdurasi 50 detik.

Video tersebut mewakili ketidakhadiran kepala negara dalam perayaan pasukan elit di TNI tersebut. Video diputar di layar besar yang ada di lokasi perayaan, lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur yang dihadiri Prabowo Subianto sebagai mantan Danjen Kopassus.

Dalam Video itu Jokowi mendoakan agar seluruh anggota Kopassus selalu dalam lindungan Tuhan dimanapun mereka bertugas.

“Dirgahayu Kopassus, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberi perlindungan di mana pun saudara bertugas,” kata Jokowi melalui video tersebut, Selasa (24/4).

Masih dalam video tersebut, Jokowi juga memuji para anggota TNI yang bertugas di Kopassus sebagai unit khusus yang memiliki jiwa profesionalisme dan integritas yang tinggi. Kopassus, kata Jokowi, adalah pasukan yang selalu siap menunaikan tugasnya demi mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Pasukan khusus TNI yang memiliki profesionalisme dan integritas tinggi dan selalu siap menunaikan pengabdian kepada rakyat negara dan bangsa,” kata Jokowi.

Jokowi diketahui tak bisa menghadiri secara langsung acara HUT Kopassus yang ke-67. Pada saat yang bersamaan, seperti agenda yang dirilis Biro Pers Istana, mantan wali kota Solo itu menghadiri acara lain di Jakarta.

Baik Jokowi maupun Prabowo belum kembali bertemu usai puncak gelaran Pilpres 2019 pada 17 April lalu. Jokowi diketahui telah menginisiasi rencana pertemuan dengan Prabowo dalam upaya rekonsiliasi pascapilpres. Jokowi mengutus Menko Bidang Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pembawa pesan.

Namun demikian rencana pertemuan Luhut dengan Prabowo, yang semestinya dilakukan pada Minggu (21/4), urung terlaksana. Luhut menyebut pertemuan tersebut batal karena Prabowo dalam kondisi kurang sehat. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE