Pantauan Iklan di TV: Tim Jokowi Rogoh Kocek Rp 2,1 M, Tim Prabowo Rp 2 M

Metrobatam, Jakarta – Yayasan SatuDunia Indonesia merilis laporan pemantauan konten kampanye iklan capres di televisi nasional. Hasilnya, tim Jokowi-Ma’ruf Amin lebih banyak beriklan dan menghabiskan dana iklan lebih banyak di televisi dibandingkan tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Direktur Eksekutif Yayasan SatuDunia Firdaus Cahyadi mengatakan data tersebut diperoleh dari pemantauan iklan kampanye sepanjang waktu 24 Maret 2019 hingga 7 April 2019 pukul 13.00-23.00 WIB (10 jam). Adapun data yang dianalisis 69 iklan spot berdasarkan iklan yang tayang di empat televisi dari 10 televisi yang dipantau, yaitu Metro TV, TV One, SCTV, dan Global TV.

Read More

“SatuDunia sekarang sedang melakukan pemantauan terhadap 10 televisi nasional dan itu kita hitung frekuensi kemunculannya dan isu terkait iklan,” kata Firdaus di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Sementara itu, kalau dilihat dari frekuensi penayangannya, paslon Jokowi-Ma’ruf Amin lebih banyak beriklan di TV sebanyak 41. Sementara paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebanyak 21 iklan sepanjang periode tersebut.

Selain itu, Firdaus mengomentari tentang materi kampanye yang disampaikan paslon di televisi. Menurutnya, tiap paslon masih menjual iklan terkait ekonomi, tetapi belum menyinggung soal korupsi, perempuan, hingga persoalan buruh seperti yang selama ini dipersoalkan beberapa LSM.

“Kedua capres masih menganaktirikan sejumlah isu yang bagi masyarakat sipil krusial. Kami beberapa kali mengikuti teman-teman diskusi di bidang buruh kalau perlu golput kalau kedua capres nggak ngomong tentang buruh. Apakah kedua capres ngomong juga banyaknya buruh bangunan tewas dalam bekerja. Misal ngomongin infrastruktur tapi mereka nggak bicara berapa banyak korban yang meninggal akibat infrastruktur yang menurut buruh belum dibicarakan,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan proporsi jumlah biaya kampanye di televisi kedua paslon, Jokowi-Ma’ruf merogoh kocek Rp 2.139.000.000. Sedangkan Prabowo-Sandi merogoh kocek Rp 2.003.000.000.

“Jumlah biaya yang dikeluarkan oleh pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk kampanye di media televisi Metro TV dan TV One lebih besar daripada pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Sedangkan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh pasangan Prabowo-Sandiaga Uno untuk kampanye di media televisi SCTV dan Global TV lebih besar daripada pasangan Jokowi-Sandiaga Uno,” imbuh Firdaus.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Abhan mengapresiasi adanya laporan itu. Bawaslu menyebutkan pengawasan iklan kampanye dilakukan dengan berkoordinasi dengan KPI.

“Kami apresiasi apa yang tadi disampaikan terkait pemantauan ini. Tentu ini akan banyak memberikan informasi kepada Bawaslu terkait dengan pengawasan kampanye di media massa cetak dan elektronik,” ujar Abhan.

Bawaslu menyoroti KPU terkait fasilitas kampanye iklan peserta pemilu. Dalam PKPU seharusnya KPU menyediakan 10 spot iklan untuk peserta pemilu, namun KPU hanya mampu menyanggupi 3 spot iklan. Namun, menurutnya, dari hasil pemantauan Bawaslu belum ada pelanggaran iklan kampanye. (mb/detik)

Loading...

Related posts