Metrobatam, Jakarta – Pemimpin LGBTQ di California, Amerika Serikat bergabung dengan gerakan yang menyerukan pemboikotan hotel milik Brunei Darussalam di kawasan Los Angeles.

Seruan pemboikotan hotel ini muncul setelah Kesultanan Brunei mengumumkan rencana untuk menerapkan hukuman mati untuk aksi LGBT dan perzinaan.

Hotel-hotel itu termasuk Hotel Beverly Hills dan Hotel Bel-Air, yang kerap menjadi tempat menginap para selebritas Hollywood.

“Sebagai pejabat terpilih di seluruh kota, saya mewakili komunitas Angelenos yang beragam, dan saya meminta semua orang untuk memboikot hotel yang dimiliki keluarga kerajaan Brunei,” kata Ron Galperin, pemimpin LGBTQ di LA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

“Saya tidak akan menginjakkan kaki di perusahaan ini selama mereka dimiliki dan dikendalikan oleh rezim yang ingin membunuh orang LGBTQ,” tambahnya.

Anggota Dewan kota Los Angeles Paul Koretz turut mengatakan bahwa orang-orang harus menghindari kedua hotel sekalipun itu berarti merusak reputasi dan sejarah mereka.

“Kota Los Angeles dan Amerika Serikat dan dunia harus memberikan sanksi berat pada Brunei karena mengembalikan hak LGBTQ ke Zaman Batu,” kata Karina Samala, ketua Dewan Penasihat Transgender.

“Kita semua adalah manusia dengan hak untuk hidup dalam kebebasan.”

Sebelumnya, deretan selebriti seperti legenda pop Inggris Elton John, aktor George Clooney, serta Ellen DeGeneres juga menyerukan untuk memboikot hotel dan properti lainnya yang dimiliki oleh kesultanan Brunei di Inggris, Prancis dan Italia.

Hukum pidana Islam yang baru, atau hukum syariat, yang mulai berlaku pada hari ini, Rabu (3/4) telah menuai kritik keras dari kelompok-kelompok hak asasi manusia dan PBB.

Brunei pertama kali mengumumkan langkah-langkah ini pada 2013, tetapi implementasinya tertunda sampai saat ini, di hadapan oposisi oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, dan ketika para pejabat menyusun rincian praktisnya.

Undang-undang baru menetapkan hukuman mati untuk sejumlah pelanggaran, termasuk pemerkosaan, perzinaan, sodomi, perampokan dan penghinaan atau pencemaran nama baik Nabi Muhammad.

Ini juga memperkenalkan cambuk publik sebagai hukuman untuk aborsi, serta amputasi atas pencurian, dan mengkriminalkan mengekspos anak-anak Muslim terhadap kepercayaan dan praktik agama apa pun selain Islam.

Sejak KUHP baru diumumkan pertama kali pada 2013, tak sedikit orang-orang penting di Hollywood telah meminta untuk menghindari Hotel Beverly Hills, yang dulunya menjadi favorit para selebriti seperti Audrey Hepburn, Frank Sinatra, Elizabeth Taylor, dan The Beatles.

Laporan media lokal AS menyebutkan bahwa hotel ini telah kehilangan jutaan dolar dalam bisnis sebagai akibat dari boikot tidak resmi yang telah berjalan sejak lama. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Meski Kalah Suara, TKN Pastikan Jokowi Bangun Aceh dan Sumbar

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'rus Amin, Hasto Krisiyanto mengklaim pembangunan di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap akan dilakukan...

PAN Buka Kemungkinan Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum PAN...

KPU: Hingga Kamis, Anggota KPPS Meninggal 225 Orang, 1.470 Sakit

Metrobatam, Jakarta - Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) meninggal dunia bertambah menjadi 225. Selain itu, sebanyak 1.470 anggota KPPS dilaporkan sakit....

Liga Spanyol: Getafe Vs Madrid Berakhir Imbang

Getafe - Getafe menjamu Real Madrid dalam lanjutan LaLiga. Kedua tim bermain imbang tanpa gol. Bermain di Coliseum Alfonso Perez, Jumat (26/4/2019) dinihari WIB,...

Banjir dan Tanah Longsor Landa Afrika Selatan, 70 Orang Tewas

Kwazulu Natal - Afrika Selatan dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur di sepanjang pantai timur. Lebih dari 70 orang dilaporkan...

Nasib Pencoblos 20 Suara Pilpres untuk 02 Ditentukan Pekan Depan

Metrobatam, Kampar - Bawaslu Kampar, Riau, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus pencoblosan 20 kertas suara Pilpres untuk paslon 02. Setelah itu,...

Ini Isi Percakapan WA Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon-Said Iqbal

Metrobatam, Jakarta - Ahli forensik digital, Saji Purwanto menunjukan percakapan WhatsApps antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon dan Said Iqbal. Isi percakapan menunjukan Ratna...

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Sekjen-sekjen parpol yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendatangi KPU RI. Kedatangannya kali ini mempertanyakan terkait...

MK Tegaskan PNS Koruptor Harus Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diberhentikan secara tidak hormat. Putusan itu menjawab...

Dinas PU Riau: 45 Baut Hilang di Jembatan Siak IV Sudah Diganti

Metrobatam, Pekanbaru - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau sudah memasang baut baru di jembatan Siak IV. Puluhan baut sebelumnya dicuri. "Baut yang kita pesan sudah...

Kontak Senjata di Aceh, Polisi Tembak Mati Pimpinan KKB

Metrobatam, Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dusun...

BPN Klaim Kemenangan 80%, Bara Hasibuan: Bertentangan dengan Quick Count

Metrobatam, Jakarta - Waketum PAN Bara Hasibuan mengkritik Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, yang mengklaim jagoannya seharusnya bisa menang...