Metrobatam, Jakarta – Kelompok yang melakukan aksi protes di Sudan mendesak penguasa militer di negara itu segera mengadili pemimpin yang sudah terguling, Omar al-Bashir. Mereka juga kembali meminta agar pemerintah militer segera melakukkan pemindahan kekuasaan kepada pemerintah sipil yang baru, Minggu (14/40).

“Kami menyerukan dewan militer untuk segera mentransfer kekuasaan kepada pemerintah sipil,” kata Asosiasi Profesional Sudan (SPA) dalam aksi protes itu.

Dalam sebuah pernyataan, ia menyerukan agar dibentuk “pemerintah transisi dan memaksa angkatan bersenjata untuk membawa Bashir dan semua kepala Badan Intelijen dan Keamanan Nasional … ke pengadilan”.

SPA menuntut agar Bashir dan komplotannya segera dibawa ke pengadilan. Bashir dan kelompoknya melakukan kudeta pada 1989 dan menggulingkan pemerintahan yang terpilih secara demokratis.

“Mereka yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida di Darfur, pegunungan Nuba, dan Nil Biru. (Mereka) harus menghadapi keadilan,” katanya.

Bashir menjadi incaran Pengadilan Pidana Internasional yang bermarkas di Den Haag atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan atas perannya dalam konflik di Darfur. Namun, ia menyangkal tuduhan itu.

Penjabat presiden Partai Kongres Nasional Bashir, Ahmed Harun, juga masuk dalam orang yang dicari oleh ICC atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

SPA mengatakan semua properti milik Partai Kongres Nasional disita bersama dengan rekening bank partai hingga ditemukan bukti korupsi.

“Kami juga menyerukan pembebasan tentara dan perwira yang memihak revolusi,” tambahnya.

Pada hari yang sama, dewan militer mengatakan telah membentuk komite untuk mendaftarkan properti NCP dan mengambil kekuasaan mereka. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...