Metrobatam, Jakarta – Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyindir Presiden Joko Widodo yang kerap memantau proyek di masa pemerintahannya. Rizal menyatakan, Jokowi seperti mandor karena kerap mengunjungi proyek tersebut.

Rizal juga menyebut Jokowi pantas jadi Menteri Pekerjaan Umum jika nanti Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden RI di Pilpres 2019.

Ia mengakui Jokowi selama ini memang all out dalam pembangunan proyek infrastruktur.

“Saking all out-nya, untuk satu proyek infrastruktur itu dia [Jokowi] pantau 8 kali. Kaya mandor proyek saja. Saya akan usul untuk Pak Widodo supaya sehabis pilpres, kalau bisa ditunjuk jadi Menteri PU,” kata Rizal saat menghadiri Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi se-Sumatera Selatan Pendukung 02 di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (31/3).

Namun di sisi lain, Rizal mengkritik langkah Jokowi di bidang ekonomi secara keseluruhan. Jokowi menurutnya juga tidak pernah menjelaskan rencana strategi baru di bidang ekonomi.

“Yang ada dia selalu menjelaskan apa yang telah dikerjakan, mengaku-ngaku prestasi orang lain sebagai prestasi dia,” kata Rizal.

Ia mencontohkan kapal selam Ardadedali yang dibanggakan oleh Jokowi saat debat Sabtu (30/3) malam bukan diinisiasi oleh Jokowi, melainkan pada masa Susilo bambang Yudhoyono.

Dalam kesempatan yang sama Rizal Ramli juga percaya bahwa Prabowo Subianto bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen per tahun.

Selain itu, Rizal Ramli juga menegaskan Prabowo akan menurunkan harga listrik dan daging dalam waktu 100 hari kerja pertama bila terpilih menjadi presiden.

Menurutnya beberapa strategi telah dipersiapkan Prabowo. Salah satu strateginya adalah meningkatkan gaji pegawai negeri sipil untuk mengerek daya beli masyarakat.

Hal ini yang juga dilakukan oleh Presiden Abdurrahman Wahid di mana Rizal menjadi Menko Perekonomian.

“Gus Dur menaikkan gaji PNS 125 persen dalam 21 bulan. Pak Widodo [Jokowi] hanya bisa menaikkan gaji PNS 5 persen dalam 4 tahun,” ujar Rizal.

Dirinya menjelaskan, setiap tahun inflasi nasional berkisar antara 3-4 persen setiap tahunnya. Bila diakumulasikan selama 4 tahun, maka inflasi keseluruhan berkisar antara 12 persen. Dengan begitu, daya beli masyarakat malah anjlok sebesar 7 persen selama Jokowi menjadi presiden.

Beberapa langkahnya yakni menurunkan tarif listrik 450 VA dan 900 VA yang digunakan oleh kurang lebih 60 juta masyarakat Indonesia kalangan menengah. Pengurangan tarif tersebut, diklaim akan menghemat pengeluaran setiap bulannya sebesar Rp500-600 ribu per keluarga.

Kemudian menurunkan harga pangan, khususnya daging dan gula yang diklaimnya bisa menghemat biaya belanja Rp50 ribu per hari atau Rp1,5 juta per bulan, per keluarga.

“Dengan begitu ada penghematan Rp2 juta perbulan, akhirnya mereka akan punya daya beli. Ekonomi akan tumbuh kembali, sektor ritel akan hidup. [Pertumbuhan] ekonomi otomatis nambah 1 persen,” ujar Rizal.

Kemudian, rencana berikutnya yakni Prabowo akan mencanangkan pembangunan 1 juta unit rumah untuk rakyat per tahun. Dirinya membandingkan pemerintahan Jokowi yang hanya sanggup membangun 320 ribu unit rumah. Berdasarkan perhitungan dirinya, program tersebut akan menambah 3,5 juta lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,5 persen.

“Dari itu saja, sudah 7,5 persen. Belum rencana mengembangkan 1 juta hektare lahan sawah dan lain-lain,” kata Rizal Ramli. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Meski Kalah Suara, TKN Pastikan Jokowi Bangun Aceh dan Sumbar

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'rus Amin, Hasto Krisiyanto mengklaim pembangunan di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap akan dilakukan...

PAN Buka Kemungkinan Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum PAN...

KPU: Hingga Kamis, Anggota KPPS Meninggal 225 Orang, 1.470 Sakit

Metrobatam, Jakarta - Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) meninggal dunia bertambah menjadi 225. Selain itu, sebanyak 1.470 anggota KPPS dilaporkan sakit....

Liga Spanyol: Getafe Vs Madrid Berakhir Imbang

Getafe - Getafe menjamu Real Madrid dalam lanjutan LaLiga. Kedua tim bermain imbang tanpa gol. Bermain di Coliseum Alfonso Perez, Jumat (26/4/2019) dinihari WIB,...

Banjir dan Tanah Longsor Landa Afrika Selatan, 70 Orang Tewas

Kwazulu Natal - Afrika Selatan dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur di sepanjang pantai timur. Lebih dari 70 orang dilaporkan...

Nasib Pencoblos 20 Suara Pilpres untuk 02 Ditentukan Pekan Depan

Metrobatam, Kampar - Bawaslu Kampar, Riau, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus pencoblosan 20 kertas suara Pilpres untuk paslon 02. Setelah itu,...

Ini Isi Percakapan WA Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon-Said Iqbal

Metrobatam, Jakarta - Ahli forensik digital, Saji Purwanto menunjukan percakapan WhatsApps antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon dan Said Iqbal. Isi percakapan menunjukan Ratna...

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Sekjen-sekjen parpol yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendatangi KPU RI. Kedatangannya kali ini mempertanyakan terkait...

MK Tegaskan PNS Koruptor Harus Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diberhentikan secara tidak hormat. Putusan itu menjawab...

Dinas PU Riau: 45 Baut Hilang di Jembatan Siak IV Sudah Diganti

Metrobatam, Pekanbaru - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau sudah memasang baut baru di jembatan Siak IV. Puluhan baut sebelumnya dicuri. "Baut yang kita pesan sudah...

Kontak Senjata di Aceh, Polisi Tembak Mati Pimpinan KKB

Metrobatam, Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dusun...

BPN Klaim Kemenangan 80%, Bara Hasibuan: Bertentangan dengan Quick Count

Metrobatam, Jakarta - Waketum PAN Bara Hasibuan mengkritik Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, yang mengklaim jagoannya seharusnya bisa menang...