Sebar Undangan Deklarasi Paslon Presiden, IBL kok Main Politik?

Metrobatam, Jakarta – Operator liga basket Tanah Air, Indonesian Basketball League (IBL), menyebar undangan deklarasi dukungan salah satu pasangan calon Presiden 2019 kepada kontestan IBL. Bukankah itu melanggar aturannya sendiri?

Undangan itu muncul ke permukaan dalam salah satu grup Whatsapp olahraga basket Senin (1/4) malam. Dalam surat itu disebut sepuluh klub peserta IBL diminta untuk mengikuti deklarasi.

Read More

“Undangan berpartisipasi dalam acara Deklarasi Dukungan Komunitas Olahraga Bersama Para Ikon Olahraga Indonesia untuk Jokowi Amin. Diinformasikan kepada masing-masing tim IBL apabila ingin mengikuti acara tersebut mohon memberikan konfirmasi kehadiran dan berapa jumlah personil yang akan mengikuti acara tersebut paling lambat tanggal 4 April 2018 (2019) pukul 17.00 WIB melalui IBL. Demikian kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.”

Direktur IBL, Hasan Gozali, membenarkan undangan kepada klub dalam acara deklarasi kepada salah satu paslon Presiden 2019 itu. Dia bilang undangan kepada klub IBL itu tak bersifat memaksa.

“Bentuknya undangan doang bukan wajib kalau mau datang, ya datang, kalau tidak ya tidak. Jadi kami mendapat undangan itu dari PB Perbasi dan minta disampaikan kepada tim-tim,” kata Hasan kepada detikSport, Selasa (2/4/2019).

Undangan yang disebar menimbulkan asumsi liga melanggar aturan yang sudah dibuatnya sendiri. Dalam pasal 8 aturan IBL tertulis, setiap personel klub IBL termasuk namun tidak terbatas pada perorangan yang terkait langsung terhadap personel klub IBL dilarang menyiarkan pandangan-pandangan politik secara berlebihan akan dikenakan denda Rp 25 juta.

Hasan menyebut jika aturan itu sudah tidak berlaku sejak musim ini. Dia bersikukuh IBL tidak melakukan pemaksaan.

“Enggak lah. Ini yang saya bilang kalau berlebihan dan tidak mewajibkan datang,” Hasan menjelaskan.

“Untuk peraturan pelaksanaan itu sebenarnya itu peraturan tahun lalu, tahun ini tidak ada. Dan di sana ditulis kalau berlebihan. Jadi selama tidak provokosi atau menjatuhkan satu sisi tidak masalah. Kalau dia menunjukkan saya pro 1, saya pro 2 tak masalah tapi kalau memprovokasi baru,” dia menambahkan.

“Jujur saya tak ingat kapan dihapus. Tapi, nanti saya cek lagi. Seingat saya tahun ini sudah tidak ada (saat Stapac juara) sudah tidak ada. Saya juga tak ingat menghapus itu (aturan) karena apa?” dia mengungkapkan.

Hasan menegaskan aturan IBL mengalami penyesuaian setiap tahun.

“Jadi jika ada kekurangan di musim mana pasti ada penyesuaian. Kami ubah untuk lebih baik, bukan yang menyesatkan tim -tim. Mengajak tim lebih disiplin dan profesional,” kata dia. (mb/detik)

Loading...

Related posts