Metrobatam, Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto kembali menyerang elite yang ada di Jakarta. Prabowo menyerukan para ‘elite-elite brengsek’ brengsek tersebut segera tobat. Seruan Prabowo ditujukan ke siapa?

Seruan tersebut disampaikan Prabowo saat berkampanye di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (2/4). Prabowo mendesak elite-elite tersebut tidak lagi berbohong pada rakyat.

“Hai elite-elite yang brengsek di Jakarta. Kembalilah ke jalan yang benar. Jangan lagi suka bohongi rakyat. Kalau kalian tobat, tobat di jalan yang benar,” kata Prabowo.

Siapa elite yang dimaksud, Prabowo tidak menjelaskan secara gamblang. Yang jelas, Prabowo merasa dirinya difitnah pro-khilafah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Yang menuduh Prabowo akan melarang tahlilan. Prabowo ini khilafah, yang menuduh saya khilafah dia yang sebetulnya khilafah. Jangan suka memecah belah, Islam kita itu Islam yang damai, Islam yang rukun. Kita (hidup) saling menghormati. Kita selalu ingin Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi satu. Satu tujuan, tapi jangan bohong,” cetus Prabowo.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin merespons ucapan Prabowo dan balik menyindir capres nomor urut 02 ini. TKN Jokowi-Ma’ruf menyebut Prabowo kalap karena masih tertinggal jauh dari Jokowi sedangkan pemilu semakin dekat.

“Saya kira Prabowo sedang menyindir dirinya sendiri. Dia juga sedang menyindir sisa-sisa kebrengsekan para pengikut mantan mertuanya yang sekarang mengelilinginya,” kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni kepada wartawan, Selasa (2/4).

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga pun menjelaskan maksud ‘elite brengsek’ yang disebut Prabowo. Elite tersebut ditujukan pada pihak yang menuding Prabowo mendukung sistem khilafah di Indonesia.

“Seruan itu ditujukan pada elite di Jakarta yang rajin melontarkan tudingan bahwa Pak Prabowo jika menang Pemilu 2019 akan mendirikan khilafah. Tidak etis sebut nama karena masyarakat banyak sudah tahu siapa yang getol lancarkan tudingan itu,” kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Suhud Aliyudin, saat dihubungi, Rabu (3/4).

BPN Prabowo-Sandi mengatakan, pernyataan itu dilontarkan Prabowo agar masyarakat paham pemilu harus berjalan dengan jujur dan adil. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk melawan fitnah dan intimidasi dalam pemilu 2019.

“Pak Prabowo tidak menginginkan rakyat dikorbankan hanya untuk kepentingan politik jangka pendek. Untuk itu rakyat harus bersatu melawan praktik-politik menghalalkan segala cara, seperti fitnah, propaganda hitam dan intimidasi,” ujar Suhud. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...