Sopir Pribadi Sebut Ratna Tak Sepakat Prabowo Gelar Konpers

Metrobatam, Jakarta – Ahmad Rubangi, sopir pribadi terdakwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet, mengaku bahwa majikannya itu tak setuju dengan rencana konferensi pers atau konpers yang digelar oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal penganiayaannya.

Hal itu disampaikan Ahmad saat menjadi saksi dalam sidang kasus tersebut, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

Read More

Ahmad mengetahui hal itu dari obrolan di dalam mobil saat mengantar Ratna ke kawasan Kranggan, Jawa Barat, 2 Oktober 2018.

Ketika itu, dirinya pergi mengantar Ratna dan dua temannya menuju tempat bertuliskan ‘Polo’ dan terdapat kuda. Ahmad mengaku tidak tahu tujuan Ratna bertandang ke sana.

Setelah satu jam menunggu, Ahmad kembali mengantar Ratna dan kedua temannya tadi. Selama perjalanan itulah ia mendengar bahwa ada rencana konferensi pers dari Prabowo mengenai isu pemukulan yang dialami Ratna.

Sopir Pribadi Sebut Ratna Tak Sepakat Prabowo Gelar KonpersFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

“Saya dengar beliau mengatakan akan ada jumpa pers oleh Pak Prabowo,” kata Ahmad saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

“Yang saya dengar katanya ibu sebenarnya tidak setuju adanya jumpa pers makanya ibu tidak ikut,” imbuh dia.

Jaksa terus mencecar Ahmad soal keberadaannya di Kranggan tersebut. Sejumlah pertanyaan dilontarkan untuk Ahmad terutama mengenai sosok-sosok yang pernah disebut ada dalam pertemuan tersebut, seperti Prabowo, Amien Rais, Said Iqbal, Nanik Sudaryanti, juga Fadli Zon.

Ahmad pun mengaku tak tahu siapa pemilik rumah di Kranggan yang ia datangi saat itu.

Terkait kesaksian Ahmad itu, Ratna membantah. Ia menjelaskan bahwa yang membuatnya keberatan bukan soal jumpa pers itu sendiri.

“Lalu jumpa pers Prabowo, saya tidak pernah mengatakan keberatan dengan jumpa pers itu, tapi saya keberatan menghadiri,” timpal Ratna singkat.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet disangkakan dalam kasus penyebaran berita bohong soal penganiayaan oleh sekelompok orang di Bandung, 21 September 2018. Kasus ini kemudian digoreng boleh kubu oposisi untuk menyerang aparat pemerintah. Konferensi pers bahkan digelar oleh Prabowo untuk membela Ratna.

Capres Prabowo Subianto (tengah) bersama Ketua BPN Prabowo-Sandi Djoko Santoso (kiri), dan Dewan Penasehat BPN Amien Rais (kanan) memberikan keterangan pers mengenai dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet, di kediamannya, Jakarta, Selasa (2/10/2018). Saat itu, Prabowo mendesak Polri mengusut kasus Ratna.Capres Prabowo Subianto (tengah) memberikan keterangan pers mengenai dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet, di kediamannya, Jakarta, Selasa (2/10/2018). Saat itu, Prabowo mendesak Polri mengusut kasus Ratna. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Namun, dalam konferensi pers di kediamannya pada 3 Oktober 2018, Ratna mengaku bahwa itu adalah hasil operasi plastik, bukan penganiayaan.

Dalam konferensi pers itu, ia juga mengaku sempat bertemu Prabowo, Fadli Zon, Amien Rais, dan Djoko Santoso, di Lapangan Nusantara Polo Club di Kranggan, Gunungputri, Bogor, yang juga dekat dengan kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor. Di lokasi itulah Ratna mengaku berbohong kepada para tokoh kubu 02 itu.(mb/detik)

Loading...

Related posts