Metrobatam, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyoroti soal tidak kompaknya kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ini terkait pernyataan soal hasil survei internal yang berbeda-beda.

“Kubu 02 menunjukkan manuver yang memalukan yakni merekayasa hasil survei. Di satu sisi mereka membantah semua hasil survei dengan menuduh lembaga survei tidak independen, ‘bayaran’ sampai dengan sedang terapkan strategi efek bandwagon,” ujar juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).

Pernyataan sejumlah tokoh di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang tak seragam lantas meninggalkan tanda tanya. Ini berawal dari pernyataan juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga yang juga Waketum Gerindra, Sugiyono yang mengungkap hasil survei internal pihaknya.

“Ironinya kubu 02 tidak kompak tentang hasil survei internal mereka. Coba lihat satu persatu. Pertama, hasil survei internal yang disampaikan Sugiyono, Waketum Gerindra yang mengklaim elektabilitas capres 02 Prabowo Subianto unggul jauh atas capres Joko Widodo (Jokowi) dengan hasil 62 persen Prabowo, sementara Jokowi 38 persen,” beber Ace.

Kemudian Ace menyinggung pernyataan Anggota Dewan Pengarah BPN sekaligus Waketum Gerindra Fadli Zon yang juga menyebut elektabilitas Prabowo-Sandiaga di atas Jokowi-Ma’ruf. Namun angkanya berbeda dari apa yang disampaikan Sugiyono, yakni 59% untuk Jokowi dan 63% untuk Prabowo.

“Versi kedua disampaikan Fadli Zon, dengan menyebut hasil survei internal Gerindra, Prabowo menang dengan angka 59-63 persen,” kata Ace.

Pernyataan Fadli itu sebenarnya untuk menanggapi hasil survei Puskaptis yang mengunggulkan Prabowo-Sandi daripada Jokowi-Ma’ruf. Survei Puskaptis yang berbeda dari sejumlah lembaga survei lainnya menyebut Prabowo (47,59) menang tipis dari Jokowi (45,37%).

Sandiaga juga mengomentari survei Puskaptis. Namun menurut cawapres nomor urut 02 itu, berdasarkan survei internal, mereka masih berada di bawah Jokowi-Ma’ruf.

“Yang menarik adalah versi ketiga dari Cawapres 02. Sandi menyebut survei internal menunjukkan pasangan 02 sedikit tertinggal dalam kisaran margin of error,” jelas Ace.

Politikus Golkar tersebut menuding survei internal Prabowo-Sandiaga sebagai tindakan tipu-tipu. Ace juga menyebut hasil survei internal kubu rival bodong.

“Dengan tiga versi hasil survei internal yg berbeda ini, kita semakin yakin bahwa apa yg disebut survei internal itu hanya aksi tipu-tipu,” ucap Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

“Selain mengangkat hasil survei abal-abal, kubu 02 justru menelanjangi dirinya sendiri dengan mengangkat klaim survei internal yg kemungkinan besar ‘bodong’. Kalau tidak bodong, kenapa hasilnya bisa nggak kompak,” tambah Ace.

Sebelumnya diberitakan, Sandiaga Uno mengomentari hasil survei Puskaptis. Ia menyebut dari survei internal, Prabowo-Sandi masih kalah dari Jokowi-Ma’ruf meski hasilnya menunjukkan progres yang positif.

“Tentunya survei yang lain jadi tambahan data bagi kami. Tapi survei internal kami menunjukkan kami sedikit tertinggal dalam kisaran margin of error. Jadi kita harus dorong, mudah-mudahan ada sentimen yang positif dan momentum yang semakin kuat untuk perubahan,” ungkap Sandiaga di Singaraja, Buleleng, Senin (8/4).

“Tentunya saya tidak pernah ingin menyampaikan karena survei itu adalah bukan bagian kita untuk menggiring opini, tapi survei itu untuk membantu kita mengambil strategi pemenangan dan kalau kita bilang angka ketat itu di atas 40 persen di tiga bulan dan menunjukkan kinerja positif. Saya berharap ini bisa berlanjut sampai 17 April,” tambah dia.

Tak Ada Margin of Error

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf heran dengan hasil tersebut. “Saya yakin kalau surveinya internal BPN malah mereka unggul 80 persen,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Arsul menilai hasil survei yang memenangkan Prabowo-Sandiaga dengan 62% sementara Jokowi-Ma’ruf dengan 38% itu tak masuk akal. Apalagi, margin of error dari survei tersebut tak disampaikan.

“Lha bagaimana survei kok tidak ada margin of error-nya. Yang disurvei malaikat apa?,” katanya.

Sebelumnya, Gerindra mengklaim elektabilitas capres 02 Prabowo Subianto unggul jauh atas Jokowi. Gerindra menyebut Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga telah melakukan survei dan hasilnya, elektabilitas Prabowo 62 persen, sementara Jokowi 38 persen.

“Kami punya survei internal 62 persen (Prabowo), 38 persen (Jokowi). Kita punya asesmen 62 persen. Terus yang selama ini beredar Prabowo-Sandi selalu di angka yang rendah,” kata Waketum Partai Gerindra Sugiono di The Darmawangsa, Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/4).

Sugiono menyebut survei Gerindra dilakukan dengan metode multistage random samplingdengan jumlah responden sebanyak 1.440. Namun dia juga tak bisa menjelaskan demografi respondennya, begitu juga margin of error. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...