Metrobatam, Jakarta – Sebuah video penumpang Lion Air viral lantaran anaknya yang berusia 3,5 tahun harus membawa bagasi kabin seberat 7 kg sendiri. Cerita ini diungkapkan oleh Esa Sinaga Mesha, lewat live video di akun Facebooknya pada 23 April lalu.

Esa menyebutkan, rombongannya yang berjumlah 6 orang (4 dewasa, 2 anak) membawa 6 tas yang akan dibawa ke bagasi kabin. Namun hal tersebut dipermasalahkan oleh pihak maskapai, meminta anaknya membawa tas sendiri, tidak boleh dibawakan oleh orang tuanya.

“Nah yang jadi permasalahan lagi barang anak-anak saya nggak boleh dibawakan mamak bapaknya harus bawa sendiri. Nah loh gimana ceritanya anak umur 3,5 tahun bawa barang seberat itu?” kata Esa, seperti dilihat oleh detikcom pada Senin (29/4/2019).

Membawa barang berat tentu bukan hal lazim yang dilakukan kepada anak-anak, khususnya balita. Beberapa ahli di dunia menyepakati bahwa anak-anak tidak boleh membawa beban lebih dari 10-15 persen dari berat badan mereka untuk mencegah dampak negatif pada pertumbuhan anak.

Kesepakatan tersebut dibuat setelah ramainya keluhan orang tua karena berat ransel yang dibawa anak-anak mereka ke sekolah. Anak-anak ini mengeluhkan nyeri punggung dan bahu, serta adanya risiko jangka panjang pada masalah postur tubuh, seperti kelainan tulang skoliosis.

“Tulang anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membawa tas yang berat bisa menyebabkan dampak jangka panjang. Kita melihat anak-anak sering membawa hingga seperempat berat tubuhnya, yang seharusnya bahkan tidak boleh dilakukan pada orang dewasa sekalipun,” kata Sean McDougall, terapis tulang belakang di BackCare, dikutip dari Daily Mail.

Ini Kata Lion Air

Balita disuruh membawa barang menyebabkan perselisihan antara penumpang dan Lion Air. Ini jawaban Lion Air menanggapi permasalahan yang dimaksud.

Dalam keterangan resmi pada detikcom, Senin (29/4/2019), penerbangan itu dilayani pesawat bernomor JT-911, Selasa (23/4). Perbedaan jawaban diberikan oleh Lion Air, yakni penumpang ini hanya melaporkan empat bagasi kabin.

“Bahwa operasional dijalankan sesuai standar prosedur (SOP). Klarifikasi Lion Air terkait penanganan enam penumpang dan barang bawaan yang tidak dapat melanjutkan penerbangan JT-911. Saat proses check-in, penumpang melaporkan tiga bagasi tercatat total 30 kg dan empat bagasi kabin,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.

Setelah check in, petugas memberi label bagasi kabin ke keempat bagasi yang dimasud. Pesawat ini memiliki rute Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat (BDO) ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara (KNO) dengan jadwal keberangkatan pukul 10.15 WIB.

“Petugas layanan darat (ground handling) memberikan tanda label kuning (baggage tag) pada keempat barang bawaan tersebut. Ketika petugas layanan darat menjalankan penanganan (handle) berdasarkan hasil pengamatan (sweeping and profiling) terhadap barang bawaan atau bagasi yang dibawa penumpang, petugas menemukan (actual) sembilan barang bawaan oleh penumpang dimaksud,” jelas Danang.

Berdasarkan kondisi ini, petugas sudah mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf. Kemudian menginformasikan barang bawaan berjumlah sembilan koli melebihi batas yang sudah ditentukan untuk dibawa ke dalam kabin, dan menyangkal bahwa balita harus membawa bagasi pula.

“Setiap penumpang (kecuali bayi) diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) maksimum

berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/perlengkapan bayi/bahan bacaan/kamera/tas jinjing wanita (hand luggage) ke dalam kabin (hand carry), yang mengikuti aturan berlaku menurut maksimum dimensi bagasi kabin tidak lebih dari 40 cm x 30 cm x 20 cm,” ujarnya.

Kategori anak adalah yang berusia 2-12 tahun yang juga mempunyai jatah dan diperbolehkan membawa bagasi kabin menurut ukuran standar. Dalam hal ini, barang bawaan yang menjadi hak anak bisa dibawa/diwakilkan oleh pendamping atau jika anak bepergian tanpa pendamping dapat dibantu bawakan oleh petugas. Petugas Lion Air tidak meminta/menyuruh penumpang kategori anak membawa bagasi sendiri,” tambah Danang.

Ditambahkannya, petugas Lion Air menyarankan barang bawaan lain yang belum terdaftar agar diinformasikan ke petugas. Kata Lion Air lagi, penumpang menolak saran tersebut dan memakan waktu lama dan pilot menginstruksikan untuk terbang.

“Oleh karena itu petugas menyarankan barang bawaan lainnya agar didaftarkan sebagai bagasi tercatat (dibagasikan) ke dalam kompartemen bagasi pesawat, namun penumpang menolak atas informasi yang disampaikan petugas. Situasi ini terjadi di ruang tunggu keberangkatan (waiting room), berlangsung cukup lama dan ketika waktu penumpang terakhir memasuki pesawat (final boarding),” kata Danang. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE