Ahmad Dhani Gagal Rebut Tiket ke Senayan, Ini Kata Pengamat Politik

Metrobatam, Surabaya – Hasil rekapitulasi suara tingkat Provinsi Jatim telah rampung dan disetor ke tingkat nasional. Dari perolehan yang telah dihitung dengan metode Saint Lague, ada 87 nama yang diprediksi lolos ke Senayan.

Namun, dari 87 nama caleg DPR RI dari Jatim ini, nama Ahmad Dhani Prasetyo tak nampak. Hal ini lantaran, di Dapil 1 Surabaya-Sidoarjo, caleg Gerindra ini hanya mendapat 40.184 suara. Sementara di Dapil 1, Gerindra hanya mendapat satu jatah kursi yang ditempati Rahmat Muhajirin dengan 86.274 suara.

Read More

Melihat hal ini, Pengamat Politik asal Universitas Airlangga Novri Susan mengatakan ada beberapa hal yang membuat Dhani tak mampu menggaet suara maksimal. Novri menyebut Dhani identik dengan politik identitas.

“Ahmad Dhani itu artis yang kemudian merepresentasikan politik identitas. Artinya figur artis yang menjadi bagian dari politik berbasis identitas. Dalam hal ini kemarin menggunakan isu-isu yang berkaitan dengan keagamaan,” kata Novri kepada detikcom di Surabaya, Selasa (14/5/2019).

Novri mengatakan sejak dulu, politik identitas di Indonesia tak pernah meraih suara maksimal. Karena masyarakat Indonesia cenderung menyukai politik yang demokratis.

“Ahmad Dhani sebenarnya terjebak pada kesalahan pandangan dia sendiri bahwa suara itu bisa didulang dari politik identitas. Di Indonesia, politik identitas sejak Indonesia berdiri sampai sekarang itu tidak pernah meraih posisi yang mayoritas karena kecenderungannya masyarakat selalu memilih garis tengah,” ucap Novri.

“Kalau politik identitas itu kalau dilihat dari pascaorde baru, kalau kita lihat partai itu ada PKS. Tapi pada perjalanannya orang-orang PKS berupaya untuk menarik diri ke tengah walaupun agak sulit. Politik identitas itu menguat sejak Pilpres 2014, kita lihat figur seperti kalay dalam Pilpres Prabowo dan pendukungnya seperti mobilisasi politik identitas,” imbuh Novri mencontohkan.

Tak hanya itu, Novri mencontohkan PDIP pada Pemilu 2019 ini memperoleh suara tertinggi di beberapa daerah. Hal ini lantaran PDIP mengklaim dirinya sebagai partai yang nasionalis namun tetap agamis.

“Kalau kita lihat PDIP itu partai yang mengklaim partai nasionalis. Pada sisi yang lain, dia juga mengakomodasi kekuatan keagamaan seperti Islam. Jadi dukungan pada partai ini sangat kuat dari berbagai kalangan. Kalau partai yang berbasis pada politik identitas, dari level 1-10 itu seperti PKS ya hanya di level 7-8%, termasuk PKB dan PAN yang ada politik identitas di dalamnya itu ndak bisa melewati angka yang besar,” pungkasnya.

Tidak hanya Ahmad Dhani yang gagal menuju kursi DPR RI. Caleg PDIP Andre Hehanusa hingga beberapa caleg artis NasDem seperti Manohara Odelia, Venna Melinda, Ratna Listy hingga FiveV juga gagal merebut hati warga Jawa Timur.

Tetapi tahun ini berbeda, ada faktor yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan dengan caleg artis. Misalnya saja, caleg artis yang terpilih ke Senayan pada 2014 tak memperlihatkan kinerjanya.

“Memang fenomena artis menjadi Calon Legislatif untuk Indonesia ini sebenarnya pada periode sebelumnya sangat tinggi dan masyarakat banyak memilih mereka karena banyak yang menang karena mereka bermodal popularitas dan memiliki jaringan berkomunikasi atau fans yang banyak,” kata Novri kepada detikcom di Surabaya. (mb/detik)

   
Loading...

Related posts